TINJAU SUBANG- Jumat (17/2) ini adalah hari pertama puluhan pedagang Pujasera yang menjadi korban kebakaran kembali beraktivitas setelah peristiwa kebakaran yang menghabiskan sekitar 200 kios pada Minggu (12/2/2012).
Dari pantauan, di sisi selatan eks kios yang ludes terbakar, ada sekitar 20 kios semi-permanen yang terbuat dari besi berdiri. Dari kios yang ada belum seluruhnya terisi atau masih dibiarkan kosong.
Dengan modal seadanya dan hasil pinjaman, sejumlah korban kebakaran memanfaatkan kios berukuran 2x3 meter tersebut. Meskipun belum seramai sebelumnya, namun aneka barang dari mulai aksesori sampai pakaian jadi sudah mulai tampak di sana.
Salah seorang korban kebakaran, Ayi Kumis, ia kembali memulai berjualan dari modal hasil pinjaman kepada keluarganya. Karena modal usaha yang pas-pasan, ia mengawali usahanya pun dari yang kecil. Seperti menjual celana dengan aneka warna dan pilihan. Padahal, sebelum kebakaran, ia menjual aneka pakaian jadi.
"Modalnya dapat pinjam dari saudara, karena semua barang habis terbakar. Kita benar-benar merintis dari nol lagi, seperti dagang celana (dalam) ini," kata Ayi Kumis kepada TINITAHIJAU.COM, Jumat (17/2/2012)
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Minggu (12/2) lalu menghabiskan 151 kios di lahan Pujasera Subang. Akibat kejadian tersebut pedagang mengalami kerugian hingga Rp27,5 miliar.
Hingga saat ini penyebab kebakaran itu masih simpang siur. Beredar di masyarakat, peristiwa tersebut ada sabotase terkait rencana pembangunan super market di lokasi tersebut. Namun informasi itu dibantah keras pihak pemerintah. Tim Puslabfor Mabes Polri saat ini masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran tersebut.













