TINJAU Subang- Mengisi bulan ramadan, tidak saja diisi dengan ritual keagamaan, namun harus menjadi momen tepat guna aksi bersih-bersih tidak terkecuali bersih dari aksi korupsi. Hal itu disampaikan aktivis HMI dalam aksi damai di gedung DPRD Subang.
Dalam aksinnya mereka menyuarakan stop tindakan maksiyat selama bulan ramadan, seperti aksi KKN, gratifikasi, premanisme dan prostitusi, narkoba, merusak lingkungan perbuatan dzolim lainnya.
"Pejabat pemkab Subang, DPRD dan pejabat publik lainnya harus memberikan contoh yang baik dengan membersihkan diri dari praktek rezim koruptor," ujar salah orator dalam aksinya
Selain soal sikap, hal lain yang menjadikan bidikan aksi HMI adalah tidak menodai kesucian ramadan dengan membuka tempat hiburan yang menyedikan miras, tempat perjudian, pelacuran, dan ruumah makan yang beroperasi di siang hari.
"Jika tuntutan kami dibiarkan, maka jelas dan membuktikan seluruh oknum pejabat dan oknum aparat penegak hukum tidak cinta niai-nilai kebaikan dan kebenaran," tegasnya.
Aksi belasan masa aktivis HMI itu tidak mendapat respon dari anggota DPRD. Tak satu orangpun yang menemui mereka, sampai aksi membubarkan diri.





