FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Hari ini, 1000 Penari Belentung Jatitujuh Pecahkan Rekor MURI

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - 1000 Penari Belentung akan memecahkan rekor MURI dengan jumlah penari terbanyak pada Fetival Tanah Air ke-6 di Area Bendungan Rentang, Jatitujuh Majalengka.

Perfomance 1000 penari Belentung ini akan digelar Jumat (25/10/2019) hari ini di Sasak Beureum, Blok Klewih, Keccamatan Jatitujuh, Majalengka. 1000 Penari Belentung itu berasal mulai dari pelajar, pejabat dan masyarakat umum.

Festival Tanah Air ini akan digelar selama tiga hari 25-28 Oktober mendatang. Di luar Tari Belentung 1000 penari yang menjadi agenda puncaknya, sejumlah kegiatan seni, teater dan lainnya akan meramaikan agenda tahunan tersebut.

Dalam tarian Belentung ini akan memeragakan 14 gerakan seperti gerakan berdoa, berjalan, meloncat dan sikap berdzikir. "Tarian belentung adalah salah satu pondasi budaya pengkaryaan yg dibuat di komunitas konser kampung dalam upaya budaya membangun tradisi," kata Ketua Panitia Carlim Getot

Carlim memaparkan Tari Belentung menjadi pilihan utama untuk ditampilkan,  dengan dasar mengingatkan kembali pada ritual masyarakat petani ketika musim tanam tiba. Ini sebagai bentuk penyadaran potensi alam sebagai sumber kehidupan dan kegembiraan.  "Tari Belentung adalah pewarisan nilai luhur saling memberi dan saling mengingatkan satu sama lain," terang Carlim

VIDEO: Tari Belentung Jatitujuh Majalengka Menggebrak Dunia

Tari Belentung merupakan tarian yang diciptakan sebagai refleksi kecintaan pada alam dan lingkungan di desa, sekaligus mengikat ingatan untuk mempertegas identitas sebagai warga.

Lajimnya tari rakyat, kelahirannya selalu berdasar pada letak geografis , baik pegunungan, pesawahan atau pesisir. Tari belentung  didasari oleh sejenis kodok atau katak sawah sebagai sumber dari semua gerakannya. Kegembiraan katak menyambut musim hujan, adalah gerakan dasar dari tari Belentung.  

Tarian itu kemudian disinkronkan dengan alunan musik Belentuk yang lebih dulu diciptakan oleh Didin 'Ketut' Aminudin, Ocky Sandy, Echin Kuraesin serta Kijoen, dalam Festival Tanahair 5, pada 2018. Harmonisasi antara musik dan tarian akan mengadirkan pertunjukan yang syarat dengan makna.



FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


Twitter Update

MUI: Shalat Jumat Dua Gelombang Tidak Sah https://t.co/eVmHTP9GrC
Anggota DPRD Subang Dites Rapid | Apa Hasilnya? https://t.co/iifEnUaZtV https://t.co/UUzBilQwj1
Kapolres Subang, AKBP. Teddy Fanani, memberikan bantuan sembako kepada Unang (60) warga Pabuaran. Kakek yang sehar… https://t.co/Fl7Xcb9aeD
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter