FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Peringati HGN, Ratusan Guru di Subang Tagih Honor

Saran itupun dilakukan mereka. Perwakilan Guru ini keesokan harinya datang dan menemui Departemen Pendidikan di Jakarta. Lagi-lagi, para pahlawan tanpa tanda jasa itu harus gigit jari. Pasalnya aksi mereka memperjuangkan haknya itu kandas. meskipun dipingpong, sekiutrar 530 guru yang belum mendapatkan pencairan dana sertifikasi itu, Seninj (25/11/2013) ini kjembali mendatangi gedung DPRD.

"Kita datang kesini untuk memperjuangkan nasib guru honorer, karena banyak diantara mereka sejak tahun 2012 sertifikasinya belum cair juga, Audiensi dengan pihak Mendikbud beberapa waktu lalupun sia-sia karena bupati tidak mau menandatangani SK pengangkatan guru sukwan tersebut," kata Kordinator KPGH Andi Ajis, Senin (25/11/2013).

Kedatangan mereka langsung digiring masuk ruang paripurna DPRD untuk audiensi dengan Komisi D, Kepala Dinas Pendidikan, Bagian Hukum dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Saat audien, mereka menunut segera diterbitkannya SK untuk pencairan dana. Ajiz menegaskan sejak 2012 dana sertifikasi tersebut belum direalisasikan hingga saat ini dengan besaran Rp1.5 juta perbulan perguru. Jumlah guru honorer yang berlum mendapatkan sertifikasi ada sekitar 530 guru. Pencairan dana tersebut terganjal PP No 74 tahun 2008 tentang guru.

Ia menegaskan ratusan guru tersebut bukan meminta diangkat menjadi PNS, hanya meminta syarat untuk pencairan gaji atau sertifikasi yang selama ini belum cair. Karena hasil audiensi dengan Mendikbud, salah satu syarat untuk pencairan adalah SK bupati. "Kita meminta bupati secepatnya menandatangani SK tersebut," tambahnya.

Kepala Disdik Subang, E Kusdinar, mengakui bahwa dirinya sudah memperjuangakan sampai 3 kali bolak-balik ke Mendikbud untuk menanyakan solusi pencairan sertifikasi tersebut. karena terganjal aturan, dantaranya PP No 48 tahun 2005 tentang larangan pengangkatan guru honorer. Sehingga bupati tidak mau menandatangani SK tersebut karena bupati tidak mau melanggar peraturan tersebut.

"Bukan kita tidak mau memperjuangkan nasib guru, tapi pencairan sertifikasi tersebut berbenturan dengan aturan, Tapi kita akan mencari solusi lain untuk mencairkan dana tersebut, " kata Kusdinar. [warlan putra | @warlanPutra]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini