Komunitas Tong Loba Omong Majalengka Ajak Warga Budayakan Membaca

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Komunitas Tong Loba Omong (Tolobong) Kabupaten Majalengka mengajak warga untuk banyak membaca ketimbang banyak bicara.

Gerakan ini juga didasar dari keprihatinan, daya membaca warga semakin rendah. Ajakan itu dilakukan dengan mempelopori aksi perpustakaan berjalan dengan menyediakan buku aneka judul dan tema di jalanan. Koordinator Tolobong Oki Kurniawan mengatakan, perpustakan jalan ini digagas untuk mengenalkan perpustakaan jalanan kepada publik, agar bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.Terlebih, secara umum budaya gemar membaca di Kabupaten Majalengka diharapkan meningkat.

Oki memaparkan Komunitas Tolobong sudah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu dan digagas oleh aktivis muda. Mereka memanfaatkan keramaian warga, seperti Alun-alun di setiap minggu pagi. "Ingin terus melestarikan program positif ini di masyarakat, "Harapan kami masyarakat Majalengka semakin gemar membaca dan literasi meningkat drastis," kata Oki

Pendiri Komunitas Tolobong Adhim Mugni Mubarok mengatakan tujuan adanya perpustakaan jalanan ini terinspirasi dari petuah, Muhammad Hatta. Bung Hatta, kara Adhim, mengatakan jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya. "Itulah latar belakang dibentuknya tolobong," kata Adhim

Dia berharap dengan adanya perpustakaan jalanan ini dapat menjadikan Literasi sebagai tradisi rakyat. Meskipun, kata dia, untuk membangun kesadaran literasi itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Kurangnya budaya literasi di Majalengka, kata Adhim, juga terjadi untuk tingkat Nasional. Hasil penelitian Central Connecticut State University, dalam The World’s Most Literate Nations (WMLN), peringkat minat baca, yang menempatkan Indonesia berada di peringkat ke 60 dari 61 negara.

"UNESCO juga melansir index tingkat membaca orang Indonesia hanya 0,001. Itu artinya, dari 1.000 penduduk, hanya ada 1 orang yang mau membaca buku dengan serius," ujarnya.

Belakangan, menurut Adhim, kecenderungan masyarakat Indonesia lebih dominan pada menonton TV dan radio ketimbang membaca. Dari data BPS tahun 2006, Orang memilih menonton TV (85,9), Radio (40,3) dan membaca koran (23,5) persen.

Agar budaya literasi dapat membumi, atau membuat anak gila membaca, harus memperkenalkan membaca pada anak pada usia 0-2 tahun. Sebab dalam kondisi itu, perkembangan otak anak pesat. "Jika sudah dikenalkan sejak saat itu, kelak anak itu akan memilki minat baca yang tinggi. Ia mampu menyerap informasi baru dan akan lebih enjoy membaca buku, ketimbang menonton TV dan mendengarkan radio," paparnya.



FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIAJUcom
Youtube: TINTAHIJAU Channel


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Twitter Update

Pengurus Kwaran Majalengka Ikuti Kursus Mahir Dasar Kepramukaan https://t.co/RSJKRGTSIj
Bangun Sinergi, Ketua PD PUI Majalengka gelar Silaturahim dengan PCNU https://t.co/T4SiKAS9sW
Ini Jadwal Kepulangan 3 Kloter Haji asal Majalengka https://t.co/dRkfXy79eS
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page