FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Proyek Jalan, jadi 'ATM' Oknum Wartawan


“Biasanya wartawan datang bergerombol tiga atau empat orang tampangnya sangar dengan rambut gondrong dan mebawa koran lusuh mereka mengaku wartawan, sambil menunjukan idpers dari salah satu surat kabar 2 mingguan dari Jakarta," kata Dahlan, mandor dari salah satu kontraktor pengecoran asal Subang kepada TINTAHIJAU.com (12/10/2013).

Biasanya, kata Dahlan, mereka yang mengaku wartawan itu meminta Rp100 ribu hingga Rp200 ribu perorang. Untuk menghindari cekcok mulut dan mengarahkan tindakan anarkis, Dahlan menyerahkan sejumlah lembaran kepada mereka.

"Saya faham wartawan juga manusia jika mereka datang secara sopan saya juga akan menghargai tugas mereka sebagai wartawan, mereka meminta Rp100 ribu hingga 200 ribu untuk uang liputan dan uang bensin. Saya bisa mengelurkan biaya sampai 300 ribu untuk jatah wartwan," akunya.

Bukan hanya satu atau dua wartawan yang meminta uang bensin dalam satu proyek pengecoran, tapi, terang Dahlan, hampir lima orang wartawan
yang datang ke lokasi proyek tersebut. Mayoritas, mereka yang datang berasal dari media dua mingguan dari Karawang.  "Saya sebagai orang lapangan tidak mau ada keributan biasanya saya kasih setiap wartawan Rp50 ribu buat uang bensin. Jika ada lima orang wartawan 50 x 5 sudah Rp 250 ribu," tuturnya. [Jody winata | @jodywinata]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini

 


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

4 ASN Positif Covid-19, Bupati dan Ratusan Pejabat Subang Kembali Dites Swab https://t.co/YSqEKEdaRw
4 ASN Positif Covid-19, Bupati dan Ratusan Pejabat Subang Kembali Dites Swab https://t.co/YSqEKEdaRw
Bedah Rumah, Golkar Subang: Kami Beri Bukti Bukan Obrol Janji https://t.co/XryO13kTtJ
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter