FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Rp25 Juta Uang Walang Hasil Jual Sapi dan Untuk Haji




Penilaian tendensius publik dialamatkan kepada Walang, warga Kampung Waladin, Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Subang itu. Namun informasi Walang meraup Rp25 juta hasil mengemis selama 15 hari itu justru ditepis tetangganya.

Warga di tempat tinggalnya banyak yang tidak meyakini jika dalam beberapa hari saja Walang bisa meraup Rp25 juta hasil "jerih payahnya" tersebut. Apalagi, beberapa hari sebelum dia berangkat ke Jakarta, Walang menjual dua ekor sapi miliknya. "Orang-orang di sini ga percaya iru, masa dalam dua minggu bisa dapet Rp25 juta. Yang ada, sebelum dia ke Jakarta, dia sempet jual dua ekor sapi punyanya," kata Sakum Sopiadi kepada wartawan.

Namun warga setempat tidak heran dengan "profesi" Walang di Jakarta sebagai pengemis, bahkan sudah menjadi rahasia umum. Walang yang ditinggal wafat istrinya sejak 2004 itu jarang terlihat di kampungnya. Bahkan, imbuh Sakum, Walang sempat mengajak dirinya untuk mengadu nasib di ibu kota sebagai pengemis. "Jika pulang, Walang suka cerita bahkan mengajak saya untuk ikut ngemis. Katanya penghasilan ngemis selama satu bulan bisa mencapai Rp3 sampai 6 juta," ujarnya

Selepas ditinggal istrinya meninggal pada 2004, Walang dengan kedua tangan cacat permanen harus menghidupi kedua anaknya. Menjadi pengemis, tampaknya menjado solusi bagi Walang. Hasil jerih payahnya itu, Walang berhasil membiaya pendidikan kedua anaknya. Anak pertama sudah lulus kuliah, sementara yang kedua masih duduk di bangku SMP.

Hasil usahanya itu, tidak hanya mencukupi pendidikan anaknya. Saat disambangi kediamannya, Walang mempunyai tempat tinggal permanen sekitar 5x7 meter. Di sisi rumah, ada kandang sapi piaraanya. Sayangnya saat ditemui di kediamannya itu, tak ada satu pun anak atau
sanak keluarganya yang bisa ditemui.

Bagaimana dengan pemberitaan santer seputar tetangganya yang memiliki Rp25 juta dari hasil mengemis selama 15 hari? Sakum kembali tidak
mempercayainya. Ia menyangkal dana itu keseluruhannya hasil mengemis di Jakarta. "Uang itu hasil penjualan sapi, katanya untuk daftar haji. Kenapa dia bawa-bawa, katanya, soalnya kalo disimpen takut ada yang mencuri,"
jelas Sakum.

Saat ini Walang dan seorang rekannya Sa'aran (70) menempati Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (28/11/2013). Saat ditemui wartawan di Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur, Walang mengaku bisa mendapatkan uang sebesar Rp4 juta rupiah dalam sebulan. "Sehari bisa dapat Rp 100-150 ribu lah, kalau sebulan bisa sampai Rp 4 juta, itu juga biasanya bagi dua sama Pak Sa'aran," kata Walang.

Walang mengaku setiap mendapat rezeki lebih selalu pulang ke rumahnya setiap dua pekan sekali naik kereta. Saat pulang ke kampung halaman, Walang mengaku sering membagi-bagi uang kepada anak-anak kecil yang menyambutnya. "Saya kan terkenal di kampung, kalau pulang anak-anak kecil pada teriak-teriak Pak haji-Pak haji bagi duit dong? Ya sudah saya kasih duit saja anak-anaknya," paparnya.

Walang mengatakan, pekerjaan mengemis yang dilakukan olehnya di Jakarta karena ingin menutupi kekurangannya mencicil ongkos naik haji. Walang menambahkan, dalam sebulan, dirinya harus menyetor sebesar Rp 1 juta. "Sekarang baru uang muka Rp 15 juta. Sama cicilan baru Rp 2 juta. Masih banyak kurangnya," katanya.

Meski belum berangkat haji, Walang sudah sering dipanggil dengan sebutan Pak Haji di kampung halamannya di Subang. Warga di kampung halamannya pun tidak tahu kalau dirinya mengemis di Jakarta. "Nggak tahu mereka tahunya saya kerja aja, dan manggil saya Pak Haji," lanjutnya. [warlan putra l @warlanputra]



 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

TikTok Jadi Aplikasi Paling Banyak Diunduh Pada September 2021 https://t.co/GYlx3wul95
Jadwal Sholat Fardhu untuk Wilayah Majalengka Pada 23 Oktober 2021 https://t.co/TcVFRJoKHB
Jadwal Sholat Fardhu untuk Wilayah Subang Pada 23 Oktober 2021 https://t.co/q7oFJkFzbo
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter