FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Rehan, Balita asal Cibogo Tak Punya Anus




"Pada tahun pertama Rehan lahir, kita bawa ke Rumah Sakit. Dan dilakukan penanganan di RSHS. Karena usia Rehan masih bayi, jadi belum bisa dioperasi," kata Darma.

Saat itu pihak rumah sakit hanya melakukan pembuatan jalan untuk buang air besar Rehan. Sejak saat itu, sisi kiri perut Rehan terpasang plastik sebagai penampung kotoran. Saat bermain dengan sebayanya, Rehan seperti tidak ada masalah. Namun saat istirahat atau buang air besar, Rehan kerap merintih kesakitan.

 



"Kalau lagi tidur suka kasian, dia tidak bebas ambil posisi. Kalau miring ke sebelah kiri, dia suka nangis karena sakit," terangnya.Rintihan Rehan yang membuat orang tuanya menangis adalah setiap kali buang air besar. Sakit yang dirasakan bocah yang belum genap usia lima tahun itu, tidak mampu membendung air mata orang tuanya. "Kalau lagi buang air besar, dia suka bilang: Ya Allah jangan sakit-sakit atuh," kata ibu Rehan, Encih dengan suara terisak.

Sikap sabar dan terus berusaha keras untuk kesehatan Rehan ditunjukkan kedua orang tua ini. Sudah belasan juta dana yang dikeluarkan mereka demi kesembuhan anak bungsunya itu. Untuk membiayai Rehan, Darma yang bekerja sebagai buruh peternak sapi milik orang lain, menjual sapi dari jatah sistem "paro" dengan pemilik ternak.

Semangat untuk membawa Rehan ke rumah sakit kembali menggebu, setelah mereka mendapat kabar ada ruang kosong untuk operasi Rehan. Nahas, kemauan Darma tidak sejalan dengan kemampuannya. Namun Darma tidak menyerah, ia mencari celah untuk bisa membawa Rehan ke RSHS. Salah satunya dengan mengajukan permohonan Jamkesda.

Meski permohonan Jamkesda sudah dikabulkan, namun bukan berarti masalah selesai. Sebab, nominal dana Jamkesda yang diterima hanya Rp2.1 juta. Sementara untuk biaya operasi, bisa berlipat-lipat dari dana  Jamkesda tersebut. "Rintihan sakit Rehan adalah doa, mudah-mudahan pada saatnya nanti, Allah memberi jalan untuk operasi Rehan. Sebagai orang tua, saya ingin sekali membawa Rehan ke Rumah Sakit. Apalagi kalau sudah liat dia BAB, saya suka ikut merasakan sakit yang dirasakan Rehan," terangnya.

Pjs Kepala Desa Balandong, Kecamatan Cibogo, Iwan Sahrul Anwar saat dikonfirmasi, pihaknya saat ini sedang melakukan berbagai cara untuk bisa membantu warganya itu. Menurut Iwan, dana Jamkesda yang diterima hanya Rp2.1 juta mustahil cukup untuk membiayai operasi Rehan.

"Kita akan mencoba beberapa upaya untuk bisa membantu Rehan. Saat ini saya terus berkomunikasi secara inten dengan Dinas Kesehatan untuk bisa dilakukan operasi secepatnya tanpa biaya," jelas Iwan.

Iwan, yang menjabat Pjs Kepala Desa pada Oktober 2013 lalu itu baru mengetahui ada warganya tidak memiliki anus saat orang tua Rehan meminta permohonan Jamkesda. "Saya punya anak seusia Rehan, bisa membayangkan betapa sakitnya Rehan setiap BAB, apalagi itu dialami selama 4 tahun ini, bismillah saja mudah-mudahan ada jalan," terangnya. [annas nashrullah | @jejakAnnas]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini



Berita lain terkait klik di sini



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bukan Hanya Kecupan Manis, Ternyata Ada 10 Fakta Unik Tentang Ciuman https://t.co/6IDiMSg2wV
Sekda Subang: PMI Garda Terdepan Urusan Kemanusiaan https://t.co/0RfqdyeJjz
Go Digital, UMKM Harus Siap Lonjakan Permintaan https://t.co/yJInVDevcG
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter