FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Korban Banjir Pantura Mulai Keluhkan Sakit





Pantauan di daerah Pabuaran, satu kecamatan dari 13 Kecamatan yang dilanda banjir, ratusan warga mendatangi Puskesmas selepas banjir surut. Hingga hari jum'at (24/1/2014) ini, jumlah pasien di Puskesmas Pabuaran mengalami peningkatan signifikan. "Jumlah pasien di puskesmas pabuaran mencapai 158 pasien diperkirakan akan terus bertamba. Rata-rata mereka mengalami demam, diare, gatal-gatal serta batuk dan influiensa," katapetugas puskesmas, Muhidin kepada TINTAHIJAU.com, Jumat (24/1/2014).

Selain pasien yang kelaur masuk, kata Muhidin, ada juga pasien yang menjalankan rawat inap. Hingga hari ini, tercata ada 7 orang yang menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pabuaran. Untuk melayani pasien korban banjir itu, pihak Puskesmas menambah personil dan menambah stock obat-obatan. "Kapan saja pasien datang, kita siap untuk memberikan layanan," jelasnya.

Kondisi yang sama terjadi did aerah Pamanukan. Tidak hnya mengeluhkan soal logistik, warga di Pamanukan mulai gatal-gatal. "Warga banyak yang gatal-gatal, banyak juga yang kekurangan sembako karena pasar masih tutup," kata salah seorang warga desa Mulyasari, Pamanukan, Sabila.

Pemkab Subang belum bertindak soal kesehatan warga pasca-banjir. Sekeretaris Daerah Abdurkhman mengatakan, pihaknya baru menggelar rapat koordinasi satuan pelaksana (Satlak) bencana banjir yang bertempat di Aula kantor bupati. "Rapat koordinasi sudah kita gelar, dari hasil laporan sampai saat ini masih ada beberapa desa yang masih terendam. Penanganan kesehatan dan pemberian bantuan jadi perioritas kita," kata Abdurakhman. [Sandy Zaenudin l warlan putra]



 



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Jawaban Menohok Wanita Indonesia yang Menikah dengan Pria Asing Saat Netizen Bilang Tak Pantas https://t.co/Wu24Eg5UJO
[OPINI] Ketika Media Sosial Jadi Ruang Kampanye Politik - https://t.co/JtXDWmPRR5
Polres Subang Ungkap Kasus Penyalahgunaan LPG Bersubsidi https://t.co/xdH94NJsg5
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter