TINTAHIJAU.com | Dari Subang untuk Dunia

Jumat, 28 November 2014
Follow Us at:
Breaking News:

Video Mesum Bidan Berjilbab Beredar di SUmedang

Share

TINJAU SUMEDANG- Video mesum pegawai negeri sipil (PNS) yang masih berseragam Pemkab Sumedang beredar di Youtube.e. Sebelumnya video ini beredar dari ponsel ke ponsel yang terdiri dari empat sekuel sejak pekan lalu.

 

Seorang bernama Herlan Kurniawan memposting video berjudul ep*** bidan bongkok sumedang vart 3 berdurasi 04.54 sejak Sabtu (15/3) dan sudah ditonton 707 orang. Sementara yang beredar dari ponsel ke ponsel berisi gambar utuh yang sampai dengan hubungan intim di sebuah kantor pelayanan kesehatan.

“Saya tahunya sejak minggu lalu kemudian menjadi ramai dan sekarng malah sudah ada di youtube,” kata beberapa warga Sumedang kota, Senin (17/3/2014).

Menurut mereka, aksi PNS yang masih memakai seragam dan ada lambang Pemkab Sumedang, Lingga ini tergolong nekad. “Identitas mereka cukup jelas selain memakai seragam PNS warna coklat kaki juga terlihat papan nama masih menempel di pemain laki-lakinya,” kata mereka.

Sementara, yang perempuan dan dikabarkan salah seorang bidan desa di Kecamatan Paseh ini memakai baju seragam PNS dengan memakai jilbab warna biru. Gambar pertama menyorot meja kerja yang terlihat ada buku tebal registrasi, tempat  obat serta remote televisi.

Gambar bergerak dan terlihat ponsel berkamera ini dibetulkan oleh pemeran pria. Mereka berdampingan menatap kamera yang kemungkinan ditaruh di lemari. Suara televisi juga terdengar keras dan sesekali mereka bicara dalam bahasa Sunda. Sebelum bercumbu mereka terlihat memakan permen dulu. Kabar yang beredar adegam mesum itu diambil oleh mereka pada tahun 2004.

Menyusul aksi video mesum ini, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) akan memanggil dua orang pemeran video mesum. “Kami sudah menerima surat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) yang isinya meminta pembinaan terhadap dua PNS di lingkungan Dinkes yang menjadi pemeran di video itu. BKD akan memanggil untuk melakukan klarifikasi,” kata Asep Rusman, Sekretaris BKD.

Menurutnya, jika memang terbukti, mereka berdua merupakan pemeran dalam video tersebut, BKD akan melakukan tindakan yang tegas bahkan tidak menutup kemungkinan hingga tahap pemecatan. “Jika terbukti, sanksi pemecatan mungkin saja terjadi,“ katanya.

Sekretaris Dinas Kesehatan, Anna Sabana menyebutkan pihaknya sudah mengirimkan surat ke BKD pada tanggal 7 Maret 2014 yang isinya meminta BKD melakukan pembinaan terkait adanya skandal yang mencoreng korps Dinkes. [tribun]

 

foto: ilustrasi

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini