Tintahijau.com | Portal Berita Subang

Minggu, 19 Mei 2013
Follow us on:
Previous Selanjutnya
Gagal, Calon Perseorangan Protes ke KPUD Subang Gagal, Calon Perseorangan Protes ke KPUD Subang TINJAU SUBANG- Pasangan calon bupati dari jalur perseorangan...
Rumah Warga Cibogo Ambruk Dihantam Puting Beliung Rumah Warga Cibogo Ambruk Dihantam Puting Beliung TINJAU CIBOGO- Rumah warga milik Carwan warga RT 9/4 Desa Pa...
Inilah PR Berat Bupati Subang Terpilih Inilah PR Berat Bupati Subang Terpilih TINJAU SUBANG- Sejumlah nama yang bakal manggung pada Pemili...
4 Paslon Perseorangan Gagal Ikut Pilkada Subang 4 Paslon Perseorangan Gagal Ikut Pilkada Subang TINJAU SUBANG- Sebanyak 4 dari 6 pasangan calon (paslon) Bup...
Atin Blak-blakan Soal Pencalonan Bupati Subang Atin Blak-blakan Soal Pencalonan Bupati Subang TINJAU SUBANG- Calon Bupati Subang dari jalur independen Ati...
Sindiran Akronim Paslon Bupati Subang Perseorangan Sindiran Akronim Paslon Bupati Subang Perseorangan TINJAU SUBANG- Hingga pukul 23.59 WIB, Kamis (16/5/2013), KP...

Ki Tambleg Jadi Wisata Konservasi Subang

TINJAU SUBANG- Lokasi penanaman pohon African Baobab atau lebih dikenal Ki Tambleg diproyeksikan menjadi wisata konservasi di Kabupaten Subang. Dengan dijadikannya pohon Ki Tambleg itu menambah daftar jumlah wisata, setelah wisata air, pegunungan dan obyek wisata sejarah yang ada di Kabupaten Subang.


"Pohon Ki Tambleg ini akan menjadi obyek wisata konservasi di Kabupaten Subang, ini satu-satunya wisata yang berbasis keilmuan lingkungan hidup, bukan lingkungan hidupnya sendiri," ujar Ketiua Badan Lingkungan Hidup (BLH) Subang, Aminudin, Sabtu (5/11).

Lokasi Pohon Ki Tambleg berada tepat di depan pelataran wisma Karya, di Jl. Ahmad Yani, Subang. Sehari setelah Ki Tambleg berdiri, pohon itu mulai dikunjungi warga untuk melihat lebih dekat. Tidak itu saja, tidak sedikit mereka yang mengambil gambar dengan latar belakang pohon berusia 170 tahun itu.

Pemerintah berencana akan memagari sekitar 1 meter dari batang pohon itu, untuk mengamankan dari tangan usil warga. "Tentu saja mengamankan dan melestarikan pohon ini akan menjadi prioritas kami," imbuhnya.

Itikad pemerintah untuk menjadikan pohon Ki Tambleg menjadi wisata konservasi disambut anggota DPRD setempat Nining W Suherman. Saat meninjau pohon Ki Tambleg, Nining menyatakan pihaknya akan memanggil instansi terkait untuk membahas rencana tersebut.

"Ini harus didukung, menjadikan wisata konservasi adalah pemikiran positif setelah dijadikan ikon konservasi. Kita akan diskusikan dengan Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Budaya dan Pariwisata," kata Nining.

Selain dua instansi tersebut, ia juga akan mengusulkan alokasi anggaran untuk memaksimalkan obyek wisata konservasi tersebut. "Kita juga akan tanya ke bendahara Pemkab, soal keuangan. Karena kita harus realistis dengan kemampuan anggaran, berapa yang dipunya," imbuhnya.

Pohon Ki Tambleg merupakan salah satu pohon langka di dunia. Ia memiliki usia hingga ratusan tahun. Tidak itu saja, dalam buah pohon Ki Tambleg memiliki kalsium dan vitamin C lebih besar dari buah yang ada serta mampu menyerap 4.500 liter perpohon.

 

 

Tambahkan Komentar

Kode Keamanan
Perbarui