"Kita juga berkomunikasi dan meminta ke pemerintah pusat untuk normalisasi sungai. Karena itu wilayahnya di sana. Betul memang kondisinya seperti itu karena adanya penyempetian dan pendangkalan sungai," kata Jaja kepada TINTAHIJAU.COM.
Menanggapi soal minimnya personalitas PPL, kata Jaja, bukan wewenang dan atau berada di Dinas yang dipimpinnya. Sejauh ini jumlah PPL hanya 124 orang saja. Jumlah tersebut terbilang kecil dari kebutuhan. Ia mensuport adanya penambahan personalitas.
"Pada tahun ini akan dibantu THL (Tenaga Honorer Lapangan) untuk mengadvokasi petani. Karena mereka mengeluh soal itu dan membutuhkan keberadaannya," imbuhnya.
Sedangkan terkait adanya kelangkaan pupuk dan menaikan harga pupuk bersubsidi, Distan secara rutin melakukan pertemuan dengan distributor. Ia menegaskan, pupuk bersubsidi yang berwarna pink ittu haram dijual dengan harga yang tidak sesuai aturan.













