TINJAU BANDUNG- Masyarakat bisa melayangkan gugatan class action kepada pemerintah sebagai bentuk protes dari kerusakan jalan yang terus terjadi, terutama di ruas Jalan Soekarno Hatta By Pass. Alasannya, kuantitas terjadinya kerusakan jalan dinilai terlalu sering.
"Permasalahan jalan rusak sudah sering sekali dikritisi, masyarakat selaku pengguna jalan bebas malayangkan keberatan dalam bentuk gugatan karena kerusakan jalan yang terjadi sudah sangat merugikan," kata Ketua Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) Jawa Barat (Jabar), DKI Jakarta, dan Banten, Firman Turmantara Selasa (21/2/2012)
Untuk ruas jalan Soekarno Hatta, Firman mengatakan masyarakat bisa mengajukan gugatan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Kota Bandung melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bandung.
Menurut Firman, selama ini banyak masyarakat yang merasa sangat dirugikan dengan adanya kerusakan jalan, terutama jalan arteri primer yang paling banyak dilalui masyarakat seperti Jalan Soekarno Hatta. Namun, banyak masyarakat yang enggan melaporkan atau tidak menyuarakan keluhannya karena tidak mengetahui prosedur pelaporan. Selain itu, banyak keluhan yang akhirnya menguap begitu saja juga ditengarai menjadi penyebab.
"Pengguna jalan merupakan konsumen jasa jalan, tapi banyak pengguna jalan yang justru pasrah karena tidak tahu harus berbuat apa, silahkan bisa laporkan keluhannya kepada kami," kata Firman.
Akibat jalan rusak, kerusakan onderdil kendaraan jadi lebih sering terjadi. Belum lagi, potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas karena harus terperosok lubang yang dalam, atau ketika menghindari lubang yang menganga di jalan.
"Berdasarkan pasal 19 Undang-undang Perlindungan Konsumen, pengguna jalan yang merasa dirugikan bisa memperoleh kompensasi, karena selama jalan rusak terus terjadi, kerugian masyarakat akan terus bertambah," tutur Firman.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah Padalarang-Cimahi-Bandung Kementrian Pekerjaan Umum Yudha Tamtama mengatakan, sudah menegur dua kontraktor yang menangani pemeliharaan ruas Jalan Soekarno Hatta untuk lebih melakukan perbaikan secara optimal. Seperti diketahui, terdapat dua kontraktor yang melakukan pemeliharaan, yaitu PT Pembangunan Perumahan untuk ruas Gedebage-Kopo, dan PT Mulus Natausaha untuk ruas Cibiru dan Kopo-Cibeureum.
"Lubangnya tersebar di sepanjang ruas Jalan Soekarno Hatta, mulai tadi (Senin, red.) malam sudah diperbaiki dengan melakukan patching, hari ini akan dikerjakan kembali," kata Yudha.
Menurut Yudha, banyak lubang yang kembali terjadi kemungkinan karena suhu material tambalan yang tidak sesuai. "Kalau menambal jalan, harus menggali lubang terlebih dahulu, terkadang aspal yang sudah dipanaskan sudah mengalami penurunan suhu ketika digelar, mungkin itu menyebabkan agregat yang diisi kurang maksimal," ucapnya.
Dia mengatakan, perbaikan jalan Soekarno Hatta banyak terkendala hujan. "Sering sekali terjadi sudah menyiapkan sepuluh ton aspal, tapi baru digelar dua ton, sudah turun hujan, akhirnya sisa aspal harus dibuang," katanya. Akan tetapi, masa jaminan pemeliharaan terus menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana. [PRLM]













