Tintahijau.com | Subang News Online

Carilah Ilmu Walau Harus Nyemplung ke Sungai

TINJAU KALIJATI- Potret muram pendidikan di Kabupaten Subang kembali membuat kening kita berkerut. Setelah sejumlah bangunan kelas SDN ambruk dalam tiga bulan terakhir ini, kini giliran siswa harus turun dan menyeberangi sungai demi sampai di tempat belajar.

Pemandangan itu terpaksa dilakukan anak-anak dari Kampung Sela Awi Desa Cimayasari, Kecamatan Cipeundeuy, Subang. Untuk Sampai di SD Sukawana, Desa Banggala Mulya, Kecamatan Kalijati, tempat mereka belajar, mereka terpaksa harus turun dan menyeberangi sungai Cikeruh dengan lebar sekitar 35 Meter karena nihilnya alat bantu penghubung, seperti jembatan.

"Karena tidak ada jembatan Pak. Ya setiap hari seperti ini. Kalau lagi banjir ya kita libur sekolah rame-rame, dari pada hanyut kebawa banjir," kata salah seorang siswa, Andi, Senin (5/12).

Akibat harus turun dan menyeberangi sungai, tidak sedikit dari mereka yang harus belajar dengan kondisi seragam sekolah basah kuyup. "mereka selalu datang dengan seragam basah karena setiap harinya menyeberangi kali yang tidak ada jembatannya,” kata salah seorang guru SDN Sukawana, Edi Djuniadi.

Di daerah tempat asal mereka sebenarnya ada sekolah. Hanya saja karena jarak tempuh yang jauh, kondisinya harus melintas perkebunan dan jalan setapak itu becek saat turun hujan. Terjun ke sungai dengan lebar sekitar 35 meter, kemudian menyeberanginya, jauh lebih aman ketimbang harus di SD dengan resiko jauh lebih besar.

Tokoh masyarakat Cimayasari, Encing menceritakan kampung yang didiami 32 kepala keluarga (KK) itu termasuk kampung yang terisolir. Tidak hanya lembaga pendidikan yang tidak ada, aktivitas transaksi pun di daerah itu masih minim.

Dengan kondisi itu, ENcing memaklumi jika tidak sedikit anak-anak Cimayasari harus turun  ke sungai setiap kali hendak belajar. Sebab, memilih belajar di SD Karya Utama yang ada di daerahnya, jarak tempuh yang harus dilalui lebi beresiko ketimbang harus turun ke sungai.

“Apabila mereka sekolah ke SD Karya Utama di Cihuni, Cimayasari harus melintasi perkebunan dan jalan becek sepanjang 2,5 kilo, sementara sekolah ke Banggalamulya hanya melintasi jalan sepi sekitar 1 kilometer,” jelas Encing.

Encing berharap, Pemerintah Kabupaten Subang segera melakukan upaya ril seperti pembuatan jembatan yang menghubungkan wilayah Cipeundeuy dan Kalijati. ”Jika tidak dibangun jembatan saya hawatir kepada anak sekolah yang selalu melintasi kali Cikeruh terbawa aruh, ya siapa tahu tiba-tiba air bah datang,” tambah Encing.

Ditambahkan  Kepala SDN Karya Utama Cihuni, Cimayasari, Cipeundeuy, menyebutkan salah satu solisi agar anak-anak di Desa Cimayasari belajar di SDN yang ada di daerahnya adalah dengan melakukan pembuatan akses jalan. Tidak saja untuk kepentingan anak-anak berangkat sekolah, namun akses jalan yang menjadi denyut ekonomi masyarakat setempat. ”Kalau jalan tersebut diperbaiki dengan pengerasan permanen bisa dilewati kendaraan dan kemungkinan besar siswa sekolah disana bisa terdidik di sekolah ini,” katanya

Plt. Bupati Subang Ojang SOhandi yang dihubungi terpisah menyatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan soal aktivitas anak-anak SD di daerah Cipeunduey itu. Sebaliknya ia mengaku, hal yang sama juga terjadi di Desa Pengarengan, Kecamatan Legonkulon. Di daerah itu, anak-anak yang biasa sekolah menggunakan perahu, karena p[erahunya bermaslaah akhirnya dibantu dengan perahu yang baru.

"yang ada laporan di Pengarengan, dan kita sudah bantu perahu. Kalau di daerah Cipeundeuy kita belum tahu. Nanti kita akan check dan kita lihat kondisinya seperti. Sehingga mudah mengambil solusinya," ujarnya singkat

 

Comments  

 
0 #1 andrew 2011-12-20 10:10
;-) salur,,, ternyata disubang ge aya laskar pelangi,,,,
terus semangat adik-adikku,,,,
Quote
 
 
0 #2 Nakamura Agatha 2011-12-24 18:34
saluut ternyata sesuatu bangettt :lol: :lol:
Quote
 

Add comment

Security code
Refresh

banner
banner

Anak Mantan Bupati, Bakal Ramaikan Pilkada Subang

Anak Mantan Bupati, Bakal Ramaikan Pilkada Subang

TINJAU Ciater - Nama Komisaris PT Sariater Subang, Edi Setiadi dikabarkan bakal maju dalam Pemilihian Kepalada Daerah (Pilkada) Subanf 2013 mendatang.

K...

Persib Siap Tempur Hadapi Pelita Jaya

Persib Siap Tempur Hadapi Pelita Jaya

Pelatih Persib Bandung Robby Darwis mengatakan sudah mengantongi beberapa pemain yang siap dipasang sebagai starter. Namun semua masih belum fix, me...

Loker: Dicari Koki Kopi Untuk Subang

Loker: Dicari Koki Kopi Untuk Subang

Kedai Paste, menjual berbagai macam jenis minuman kopi, mencari koki (juru masak) dengan persyaratan sebagai berikut :

• Pria/Wanita (diutamakan Pria) •...

Samsung Galaxy Fit Review: Android Froyo Berkamera 5 MP di Harga Rp 2,3 Juta

Samsung Galaxy Fit Review: Android Froyo Berkamera 5 MP di Harga Rp 2,3 Juta

Kami berturut-turut mengulas seri Galaxy-nya Samsung. Kini giliran Samsung Galaxy Fit berada di tangan. Menariknya, ponsel berbasis Android ini memiliki...

Previous Selanjutnya

mau agenda instansi, komunitas dan atau lainnya di tampilkan di TINTAHIJAU.com? kirim agenda Anda maksimal H-3 ke red.tintahijau@gmail.com

kegiatan komunitas atau punya usaha kuliner dan ingin diliput dan di tampilkan di TINTAHIJAU.com? kirim informasi singkat ke red.tintahijau@gmail.com

mau pasang iklan lowongan kerja? jadilah perusahaan Anda yang pertama yang mendapat jutaan pasang pembaca TINTAHIJAU.com. kirim naskah dan foto perusahaan Anda sekarang juga ke red.tintahijau@gmail.com GRATIS

kirim surat pembaca dan opini Anda ke email red.tintahijau@gmail.com. sertai identitas dan alamat lengkap


Gabung di Facebook!
Gabung di Twitter!
RSS Feed!