TINJAU SURABAYA - Peluang kecurangan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang dipastikan digelar pada April-Mei 2012 mendatang masih terbuka lebar.
Kajian Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam pelaksanaan UN tahun 2011 mengungkap peluang kecurangan terjadi saat pengiriman soal dari tempat penampungan sementara ke sekolah-sekolah penyelenggara UN.
"Rawan kecurangan antara pukul 06.00 WIB-08.00 WIB," kata perwakilan Unesa Alie Mufie yang disampaikan dalam "Sosialisasi Ujian Nasional Provinsi Jawa Timur tahun Pelajaran 2011/2012" kepada seluruh kepada Dinas Pendidikan (Dindik) se-Jawa Timur.
Alie yang juga mantan Koordinator Perguruan Tinggi UN ini mengatakan, jeda waktu itu bisa dimanfaatkan pihak ketiga atau sekolah yang bersekongkol untuk mengerjakan soal terlebih sebelum dibagikan ke siswa.
"Kan bisa waktu jeda pukul 06.00 WIB-08.00 WIB soal dibuka dan dikerjakan secara cepat, kemudian dibagikan ke siswa," terang Alie.
Yang lebih berbahaya, lanjut dia proses kecurangan dilakukan secara terstruktur, melalui pembentukan tim sukses untuk mengerjakan soal dan dibagikan ke para siswa. Untuk menghindari kecurangan itu, lanjut Alie, kunci utama adalah kejujuran yang harus ditekankan ke anak didik.
"Tahun lalu banyak guru protes karena nilai siswa yang dianggap pandai di kelas ternyata jeblok saat UN. Ini bisa terjadi jika siswa kurang percaya diri," terang dosen Unesa ini.
Rencananya, UN untuk jenjang SMA dan MA akan dilaksanakan 16-19 April 2012, ujian susulan dijalankan 23, 24, 25, dan 26 April 2012, sedangkan untuk Unas SMALB dijalankan 16 April-18 April 2012. Ujian susulan SMALB dilaksanakan 23, 24, dan 25 April 2012. Jadwal SMALB sama dengan SMK se-Indonesia.













