TINJAU JAKARTA - Anggaran pendidikan, dari tingkat pusat hingga daerah rawan terjadi penyelewengan alias korupsi. Indonesian Corruption Watch (ICW) beberapa tahun terakhir ini mengembangkan metode yang mengajak masyarakat untuk dapat memantau dan mengawasi anggaran pendidikan serta sekolah secara langsung.
Koordinator ICW Danang Widyoko mengungkapkan, semua upaya yang dilakukan ICW tersebut berangkat dari dampak korupsi pendidikan yang secara langsung terasa pada masyarakat. Dampak korupsi di bidang pendidikan ini bahkan bisa menghancurkan satu generasi di suatu bangsa.
"Dalam era demokrasi ini masyarakat memiliki hak untuk mengontrol langsung sekolah yang ada di tempatnya. Masyarakat sekarang tidak memiliki metode dalam pengawasan sekolah tersebut. Makanya kita berusaha menyosialisasikan metode record card system (RCS) yang bisa digunakan masyarakat untuk menilai kinerja sekolah," ujar Danang kepada TINTAHIJAU.COM di Sekretariat ICW,Jalan Kalibata Timur IV/D No 6, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2012).
Tuntutan akuntabilitas transparansi pengelolaan sekolah ke depan menurut Danang, akan menjadi sebuah tuntutan masyarakat. Sejauh ini, sebagian sekolah hingga sekarang tidak pernah ada yang diaudit atau memberikan laporan kepada masyarakat hingga sistem seperti ini mendesak untuk diterapkan.
Terkait adanya Komite Sekolah yang sekarang ini terdapat di setiap sekolah lanjut Danang, sebetulnya tidak efektif. Konsep Komite Sekolah sebenarnya memliki konsep dasar yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai hal.
Tapi kenyataannya sambung dia, tidak jauh berbeda dengan perilaku BP3 di masa lalu yang menjadi bagian dalam rejim korupsi dalam pendidikan. ICW berusaha mendorong pada konsep masyarakat adalah yang paling berkepentingan dalam kualitas sekolah.
"Ekonomi yang berbasis pada sumber daya alam sudah menipis maka jika Indonesia belum mampu membangun sumber daya manusia yang berkualitas salah satunya dengan membangun kualitas pendidikan maka kita akan tertinggal jauh oleh berbagai negara yang telah melangkah lebih dahulu," tukasnya.













