"Dalam minggu ini kita fokus ke Blitar dan Jember. Permintaan terus mengalir, kemarin sudah 200 sekolah yang minta," kata Kepala UPT Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan Kejuruan (PPPK) Disdik Jatim Sumardijono.
Saat ini, sesuai dengan jadwal yang ada, dua mobil praktek ini sudah berangkat ke Blitar berada di SMK Santo Yusuf dan SMK PGRI I Blitar. Kemudian pada 13-17 Pebruari 2012 beralih ke Jember ke SMK Balung dan Tanggul.
Kedua lokasi ini menjadi target pertama dalam memanfaatkan peralatan ini, karena mereka langsung mendaftarkan diri mulai awal sebelum diresmikan. "Kita akan fokus ke swasta, karena banyak sekolah swasta tidak memiliki peralatan tersebut," aku dia.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur Harun mengatakan, proyek pemanfaatan mobil praktek akan terus dikembangkan. Pasalnya banyaknya SMK yang belum memiliki fasilitas praktek yang memadai. Dengan fakta itu, akhirnya muncul ide untuk membuat mobil praktek keliling.
"Biaya yang dibutuhkan lumayan besar, makanya tidak semua SMK memilikinya," katanya.
Harun ingin semua sekolah bisa memanfaatkan mobil-mobil ini, karena keberadaan mobil hanya untuk mendukung ketrampilan siswa SMK menjadi lebih mandiri. "Kita ingin lulusan SMK bisa mandiri," bebernya.













