TINJAU SUBANG- Pola pendidikan di Subang dinilai sudah bergeser dari tujuan, pasalnya sistem pendidikan belum mampu menyeimbangkan antara otak kanan dan kiri pelajar.
Hal ini diungkapkan praktisi Pendidikan Subang Makmur Sutisna dalam Cofee Break Satiung (Sora ti Urang Subang) di Wisma Karya, Jl. Ahmad Yani, Subang.
"Semua bergeser dari yang seharusnya, bukan hanya di subang tapi di Indonesia. 99% sekolah hanya menggenjot otak kiri anak, dan kebanyakan orang tua senang dengan kondisi seperti itu," ujar Makmur dalam Coffe Break Satiung, Sabtu (10/9/2011).
Mantan Kepala Dinas Pendidikan itu membeberkan, ada kesan keberhasilan pendidikan itu hanya diukur dari seberapa besar nilai anak-anak dalam ujian. Ironisnya kondisi itu diamini oleh orang tua, yang dibuktikan dengan pemberian hadiah kepada anaknya yang mendapat rangking tiga besar.
"Sebaliknya, orang tua tidak memberikan hadiah bagi anaknya yang mendapat rangking besar. Sehingga yang menjadi PR, bagaimana pendidikan bisa menyeimbangkan antara otak kiri dan kanan, tidak hanya kecrdasan tapi kreativitas juga penting," tegasnya













