TINJAU PATOKBEUSI- Kepala SDN Sukamulya, Desa Rancajaya, Kecamatan Patokbeusi menilai penyebab robohnya ruang kelas baru disebabkan tertiup angin.
Kepala SDN Sukamulya Samino yang dikabari penjaga sekolah Kada soal robohnya bangunan kelas sekolah itu langsung mendatangi sekolah. Ia tampak terkejut melihat bangunan sekolah yang masih dalam proses pembangunan itu sudah rata dengan tanah.
”Setelah mendapat laporan dari penjaga sekolah saya langsung cek dan ternyata benar bangunan sekolah ini telah ambruk, seperti yang Anda lihat,” kata Samino, Minggu (11/9/2011).
Dia menerangkan bangunan kelas ukuran 7x7 meter itu dibangun pada akhir tahun 2009 lalu dari anggaran Bantuan Khusus Desa APBD II pemda Subang senilai Rp40 juta. Pelaksanaan pembangunan dikerjakan oleh Komite Sekolah.
Saat disinggung soal penyebab robohnya bangunan kelas Samino menyatakan jauh-jauh hari dia melihat bangunan infrastruktur sekolah kondisinya miring. Melihat kondisi itu, pada awal masuk sekolah usai lebaran kemarin, Samino sempat menghimbau anak didiknya untuk tidak main di area kelas itu.
“Soal penyebab pastinya saya kurang tahu, entah karena bangunan belum jadi, atau jeleknya adukan atau karena hal lainnya saya belum tahu, jelasnya tertiup angin,” tambahnya.
Ruang kelas yang berada di depan bangunan sekolah lainnya itu roboh dan rata dengan tanah sekitar pukul 14.00 WIB pada Minggu (11/9/2011) ini. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian materi puluhan juta.













