Mungkin terinspirasi oleh politisi senior PKS Tifatul Sembiring, FPKS Subang ini kerap saja melempar pantun setiap mengakhiri penyampaian pandangan fraksinya. Isinya sederhana bahkan akrab dengan sehari-hari, namun tetap saja ada pesan nyleneh yang menyentil pemerintahan.
Seperti halnya saat penyampaian atas RAPBD 2012 baru-baru ini. Demikian salah satu isi pantun ala FPKS DPRD Subang:
Nanas Simadu manis rasanya
Mencari madu di sarang lebah
Sangat haru hati rasanya
Anggaran kita makin bertambah
Jalan-jalan ke sariater
Berhenti sejenak di tanjungwangi
Biarkan rakyat semakin pinter
Agar selalu tak dibohongi
Ayu ting ting bernyanyi ria
Lagu terkenal salah alamat
Ayolah dewan berkumpul bersama
Bahas APBD sampai tamat.
Sekretaris FPKS Sugianto menyatakan, gaya nyleneh yang ditunjukan akhir-akhir ini sebagai bagian dari cara untuk mencairkan suasana rapat paripurna.
"Pembahasannya serius, jadi biar cair kita bikin hiburan dengan pantun di setiap akhir pandangan fraksi," katanya.













