Tintahijau.com | Subang News Online

Pemkab Harus Tegas Tangani Banjir Pantura

TINJAU SUBANG- Banjir yang melanda daerah Pantura Subang, seperti Legonkulon sebenarnya bisa dicegah jika pemerintah setempat tidak bersikap apatis. Anggota Komisi B DPRD Subang Haerul Anwar menyatakan banjir yang kerap terjadi di daerah pantura salah satunya faktor lambatnya pemerintah melakukan upaya pencegahan. Sebaliknya, pemerintah bersikap aktif pada tahap pasca-kejadian.

 

"Padahal dampaknya bagi korban banjir sangat besar, selain soal fsikologis juga juga aktivitas ekonomi terganggu. Kalau kita mau jujur, kerugian akibat banjir itu minimal Rp50 miliar setiap tahunnya," ujar Anwar kepada TINTAHIJAU.COM

Salah satu rekomendasi yang harus dilakukan pemerintah untuk meminimalisasi banjir, Anwar menitik beratkan pada 2 point. Pertama adanya normalisasi sungai dan pembenahan tanggul yang rapu secara berakal.

Dan kedua, pemerintah harus bersikap tegas terhadap pembalakan hutan secara sporadis di daerah selatan atau pegunungan. Pasalnya, air yang menggenangi pemukiman warga di daerah pantura, merupkana air kiriman dari daerah selatan karena hutan di daerah pegunungan gundul.

"Di satu sisi sungai mengalami penyempitan dan pendangkalan, sementara kiriman air dari selatan cukup besar karena hutan sudah mulai gundul. Akibatnya air meluap dan menggenangi pemukiman dan areal bisnis warga," tegas pria asal Blanakan Subang itu.

Setiap tahunnya, minimal ada 3 kecamatan yang menjadi daerah langganan banjir, yakni Kecamatan Pusakanagara, Sukasari, Pamanukan, Blanakan, Legonkulon, Pusakaratu, dan Ciasem. Selain daerah Legonkulon dan Pusakanagara, air yang datang ke pemukiman warga berasal dari luapan sungai.

Terakhir ini, banjir menggenangi Desa Mayangan dan Legonwetan Kecamatan Legonkulon. Air yang berasal dari sungai Cigadung dan laut akibat tanggul di 8 titik jebol itu merendam tidak kurang dari 797 rumah warga. Tidak itu saja, air setinggi antara 1-1,5 meter itu menyapu sekitar 132 hektare areal pertanian dan 566 hektare tambak yang sudah memasuki masa panen.

 

 

Add comment

Security code
Refresh

banner
banner

Anak Mantan Bupati, Bakal Ramaikan Pilkada Subang

Anak Mantan Bupati, Bakal Ramaikan Pilkada Subang

TINJAU Ciater - Nama Komisaris PT Sariater Subang, Edi Setiadi dikabarkan bakal maju dalam Pemilihian Kepalada Daerah (Pilkada) Subanf 2013 mendatang.

K...

Persib Siap Tempur Hadapi Pelita Jaya

Persib Siap Tempur Hadapi Pelita Jaya

Pelatih Persib Bandung Robby Darwis mengatakan sudah mengantongi beberapa pemain yang siap dipasang sebagai starter. Namun semua masih belum fix, me...

Loker: Dicari Koki Kopi Untuk Subang

Loker: Dicari Koki Kopi Untuk Subang

Kedai Paste, menjual berbagai macam jenis minuman kopi, mencari koki (juru masak) dengan persyaratan sebagai berikut :

• Pria/Wanita (diutamakan Pria) •...

Samsung Galaxy Fit Review: Android Froyo Berkamera 5 MP di Harga Rp 2,3 Juta

Samsung Galaxy Fit Review: Android Froyo Berkamera 5 MP di Harga Rp 2,3 Juta

Kami berturut-turut mengulas seri Galaxy-nya Samsung. Kini giliran Samsung Galaxy Fit berada di tangan. Menariknya, ponsel berbasis Android ini memiliki...

Previous Selanjutnya

mau agenda instansi, komunitas dan atau lainnya di tampilkan di TINTAHIJAU.com? kirim agenda Anda maksimal H-3 ke red.tintahijau@gmail.com

kegiatan komunitas atau punya usaha kuliner dan ingin diliput dan di tampilkan di TINTAHIJAU.com? kirim informasi singkat ke red.tintahijau@gmail.com

mau pasang iklan lowongan kerja? jadilah perusahaan Anda yang pertama yang mendapat jutaan pasang pembaca TINTAHIJAU.com. kirim naskah dan foto perusahaan Anda sekarang juga ke red.tintahijau@gmail.com GRATIS

kirim surat pembaca dan opini Anda ke email red.tintahijau@gmail.com. sertai identitas dan alamat lengkap


Gabung di Facebook!
Gabung di Twitter!
RSS Feed!