TINJAU SUBANG- Anggota DPR RI komisi VI Linda Megawati mengaku sedih mendengar tuntutan warga Pantura untuk memisahkan dari Kabupaten Subang untuk membentuk daerah otonom baru.
Linda menuturkan, kesedihan atas wacana pemekaran bukan karena aspirasi warga yang mendesak pisah dari Kabupaten induknya. Sebaliknya, ia menilai adanya keinginan untuk pisah karena didasari adanya ketidak puasan atas kebijakan pemerintah yang tekesan menganak-tirikan daerah Pantura.
"Mendengar pantura mau pisah, saya sangat sedih. Saya mendengar, keinginan itu karena mereka seolah-olah dianak tirikan. Seharusnya, pemerintah itu memperhatikan pantura," kata Linda dalam konfrensi pers di Gedung DPRD kamis (29/12) sore kemarin.
Oleh karena itu, secara pribadi Linda mengaku tidak sepakat dengan pemekaran itu karena akan terjadi pemborosan anggaran. Sebaliknya dia mendorong pemerintah untuk menjawab apa yang diinginkan warga pantura.
"Untuk saat ini tidak akan menyetujui, karena pemborosan anggaran, dan kita kan sebelumnya bersatu jadi bagaimana ya kalo pisah. Jadi jangan dulu mendorong untuk berpisah, kita satukan lagi. Pemerintah juga harus berpihak kepada mereka," tegasnya.
Wacana pemekaran kabupaten Subang menguat di akhir tahun 2010 lalu. Bahkan pada 6 bulan kemarin Pemkab menunjuk tim kajian dari PT Saecon Comunication Bandung untuk mengkaji kelayakan pembentukan otonomi daerah baru.
Hasilnya, tim kajian menyatakan keinginan pemekaran itu tidak direkomendasikan karena nilai bidang keuangan dan ekonomi di bawah persyaratan yang tertuang dalam pasal 6 ayat 3 PP No. 78/2007 soal pemekaran.
Dari yang seharusnya nilai kemampuan ekonomi minimal antara 60-75 sementara dari hasil kajiannya calon daerah otonomo baru hanya mampu sampai angka 40. Sementara kemampuan keuangan hanya berada di angka 20.














Comments
RSS feed for comments to this post