TINJAU SUBANG- Medio 2009 lalu, anggota DPRD Subang yang berasal dari Pantura membentuk dan mendeklarasikan Kaukus Dewan Pantura. Namun kiprah dan peran Kaukus hingga saat ini belum tampak.
Bencana banjir yang terjadi di wilayah Pantura, khususnya di Legonkulon yang terjadi nyaris setiap hari, justru masih merindukan kehadiran para anggota DPRD Subang yang dinilai belum ada satu orangpun yang hadir.
Kerinduan itu menguatkan, peran Kaukus Dewan Pantura yang digagas oleh Ketua Demokrat Subang Ahmad Rizal tidak banyak memberi harapan.
Idealnya, Forum Kaukus itu berfungsi sebagai gerbong menampung aspirasi warga Pantura, yang pada saat pendeklarasikannya dulu yang dihadiri anggota DPR RI Linda Megawati, mereka menilai, pantura kerap dimarginalkan dan dianak-tirikan oleh Subang Kota.
Namun faktanya, tidak sejalan dengan misi dan idealis para penggagas kaukus yang mereka bentuk. Jangankan menyerahkan bantuan, hadir untuk mendengarkan curhat korban banjir Legonkulon belum dilaksanakan.
Bagi warga Legonkulon, dengan kehadiran para anggota dewan itu, tidak saja untuk mencurahkan isi hatinya, tapi menjustifikasi kalau mereka tidak sendiri dan memiliki para wakil terhormat.
"Harapan kami sederhana saja jika wakil kami itu datang, dengan kapasitasnya, mereka bisa memberikan solusi cerdas dan mengupayakan cara menangani bencana rob yang sudah lama kita alami," kata Ketua Forum Keluarga Pemuda Legonkulon, Komarudin kepada TINTAHIJAU.COM.
"Minimalnya memberikan rekomendasi kepada pihak Birokrasi untuk melakukan upaya penanggulangan terhadap bencana," imbuhnya.













