Tintahijau.com | Portal Berita Subang

Kamis, 23 Mei 2013
Follow us on:
Previous Selanjutnya
Ada Mafia Dukungan di Calon Perseorangan Ada Mafia Dukungan di Calon Perseorangan TINJAU GARUT- LSM Laskar Indonesia Kabupaten Garut menyinyal...
Kini, Warung Angkringan Marak di Subang Kota Kini, Warung Angkringan Marak di Subang Kota TINJAU SUBANG- Dalam kurun waktu setahun terakhir ini, perla...
Diusung 12 Parpol, Makmur Sutisna Maju dari Partai Diusung 12 Parpol, Makmur Sutisna Maju dari Partai TINJAU SUBANG- Setelah gagal dari perseorangan, mantan Kepal...
Curi 20 Kambing, Pemiliknya Dibalok Hingga Tewas Curi 20 Kambing, Pemiliknya Dibalok Hingga Tewas TINJAU PUSAKAJAYA- Gara-gara butuh dana untuk ongkos ke Pal...
Polisi dan Komunitas Motor Sepakat Berantas Geng Motor Polisi dan Komunitas Motor Sepakat Berantas Geng Motor TINJAU SUBANG- Polisi dan Komunitas Motor sepakat memberanta...
Pria Berjenggot ini Tewas di Pinggir Jalan Dawuan Pria Berjenggot ini Tewas di Pinggir Jalan Dawuan TINJAU SUBANG- Sesosok mayat dengan jenggot lebat ditemukan ...

Nikmatnya Nasi Liwet Mang Nana Subang

Bosan dengan menu makanan dan suasana seperti itu-itu saja, sekali-kali datang dan nikmati jamuan nasi liwet mang nana. Selain memberikan kepuasan bagi konsumennya, di warung mang nana ini, pelanggan akan diajak menjelajahi dunia pondok pesantren tradisional.

Yups, nasi liwet mang Nana yang berada di di jalan lintasan Subang Kota-Pagaden, tepatnya tepatnya di Jalan Cilameri, Kelurahan Sukamelang, Kabupaten Subang ini selain akan mengenyangkan perut, juga mengajak pelanggannya beromantis ria di dunai pesantren tradisional.



Ini bisa dilihat dari konsep tempat dan penyajian menu makanan yang mengangkat nuansa anak pondok tradisional. Nasi liwet Mang Nana ini menawarkan menu tradisional khas pedesaan dengan konsep kaum pondokan. Di tempat itu menu makanan disajikan pada sebuah teko, sementara lauk pauknya ditempatkan pada sebuah bejana yang terbuat dari anyaman.

Nuansa anak pondok pedesaan semakin terasa, karena hidangan  dinikmati dengan sistem lesehan dan nuansa pesawahan. Sementara infrastruktur bangunan dan batas antara satu saung dengan saung lainnya, semuanya terbuat dari anyaman bambu.

Belum selesai di situ, kehadiran kolam ikan ukuran sedang yang berada di sisi saung, melengkapi romantisme beberapa puluh tahun lalu. “Konsep kaum pondokan yang menginspirasi kami, dan ini menjadi branch image yang kami tawarkan kepada konsumen. Dari menu masakan sampai tempat mereka menikmatinya, semuanya terinspirasi dari pondokan,” ujar Owner Warung Nasi Liwet Mang Nana kepada TINTAHIJAU.COM

Konsumen yang datang bisa memilih beberapa menu masakan, seperti paket ayam bakar, bebek bakar, paket ikan peda dan paket ikan gurame bakar. Tidak ketinggalan juga sambal dan aneka lalapan. Bagi penikmat pete, konsumenpun bisa memesan dengan pilihan pete bakar dan pete rebus (godok).

Bulan ini adalah genap tiga tahun berdirinya Nasi Liwet Mang Nana. Pada usianya yang relatif muda, Mang Nana terus melalku pembenahan. Seperti jumlah saung yang semula hanya 10 buah, kini ditambah menjadi 15 saung. Pembenahan itu untuk memberi layanan ekstra kepada pelanggannya. Maklum saja, dengan hanya 10 suang, tidak jarang pelanggan harus antri menunggu tempat kosong.

Kehadiran Nasi Liwet Mang Nana, selain untuk mengobati rasa rindu saat menjadi santri salafi, juga menjadi magnet dan pilihan keluarga yang bosan makan di dalam rumah. Bahkan tidak jarang, wisata kuliner itu menjadi tempat agenda perkumpulan komunitas atau reuni pelajar.

Tentu saja, ini karena tempatnya mudah diakses, dan hanya dengan Rp50 ribu, satu paket nasi liwet sudah siap disantap bersama keluarga dan kolega.

 

 

Tambahkan Komentar

Kode Keamanan
Perbarui