Yance bahkan dengan penuh percaya diri bertandang ke Kabupaten Garut, 4 November 2011 lalu. Dia bersama rombongan kader Golkar daerah setempat dan DPD Jabar, berkunjung ke sejumlah pondok pesantren.
Kunjungan Yance ke sejumlah pesantren, memicu protes beberapa politisi dari partai politik lain. Ketua Deputi Pemuda DPW PKS Jabar yang juga Ketua DPD PKS Kabupaten Garut, Helmi Budiman misalnya, dia menilai kedatangan Yance ke Garut serta ke sejumlah daerah lainnya mengandung unsur muatan politis. Helmi bahkan menuding Yance mencuri start kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013 mendatang.
Apalagi kunjungan Yance ke Garut yang sudah kesekian kalinya, termasuk kunjungannya ke Pesantren di Cibatu, Helmy mendengar kabar, Yance membagi-bagikan kaos warna partai, bertuliskan identitas Yance.
"Ini sudah jelas berindikasi curi start kampanye," ujar Helmy yang kini menduduki jabatan sebagai Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Garut.
Helmi menuding tindakan Yance melanggar etika politik karena merugikan pihak tertentu yang akan ikut dalam pencalonan Pilgub Jabar 2013 nanti.Yance maupun Dedi, berusaha meraih simpati seluruh lapisan masyarakat Jabar, mereka berlomba mengampanyekan diri untuk dikenal.
Kedua bakal calon dari dua partai politik yang berbeda ini gencar melakukan kunjungan ke tengah masyarakat. Kendati terkesan sedang mengkampanyekan diri, baik Dedi yang menjadi salah satu bakal calon dari PDIP dan Yance dari Partai Golkar ini rupanya memandang kegiatan tersebut secara berbeda.
Tanpa malu-malu, Dedi mengakui kegiatan kunjungannya ke daerah-daerah di Jabar selama ini sebagai sosialisasi dirinya sebagai bakal calon Jabar 1. Lain halnya dengan Yance yang masih malu-malu mengakui kegiatan semacam itu sebagai upaya dirinya memperkenalkan diri.
Dalam sebuah pertemuan dengan sejumlah tokoh daerah di Kota Cirebon yang juga dihadiri sejumlah wartawan, Dedi menyebut memiliki agenda kunjungan ke luar daerah di Jabar. Di antaranya dia pernah melakukan merayakan ulang tahunnya ke-53 di Kota Bogor pada 25 Desember lalu.
Di sana, selain membagikan ribuan paket sembako kepada masyarakat yang tidak mampu, dia juga memperkenalkan dirinya sebagai bakal calon Gubernur Jabar. Hal itu pun tak dibantah Ketua DPD PDIP Jabar Rudi Harsa Tanaya yang mengatakan kegiatan tersebut sebagai bukti keseriusan Dedi maju sebagai Jabar 1.
Dedi tak menampik dibutuhkan upaya sosialisasi diri dengan mengangendakan roadshow ke daerah-daerah lain di Jabar. “Ini kan upaya memperkenalkan diri, tidak munafik memang saya lakukan,” ucap Dedi.
Roadshow semacam itu pun tak dibantahnya akan membantu meraih popularitasnya di tengah masyarakat se-Jabar. Selain itu, dia menegaskan, roadshow tersebut lebih jauh dilakukan untuk mengetahui kondisi masyarakat yang bisa jadi bakal dipimpinnya kelak.
Upaya perkenalan diri itu pun tak disanggahnya dilakukan Dedi saat menghadiri HUT PDIP di Asrama Haji, Kabupaten Indramayu.
Sementara Yance yang sempat mengunjungi warga korban puting beliung di RW 03 Kedungmendeng, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, belum lama ini, justru membantah kegiatan itu berbungkus perkenalan dirinya kepada publik.
Padahal, selain membagikan paket sembako dan bahan material untuk korban puting beliung yang terjadi Rabu (4/1) lalu itu, dia juga membagikan kalender 2012 dengan foto dirinya. Terkait hal itu dia mengatakan hanya memberikan apa yang dibutuhkan warga.
“Kan boleh saja membagikan kalender, siapa tahu warga di sini belum memiliki kalender tahun 2012,” ucap Yance berkelit, seraya terkekeh ketawa.
Kini, baik Dedi maupun Yance sepakat menyerahkan urusan pencalonan masing-masing dalam Pilgub 2013 mendatang kepada mekanisme partai.
Sepak terjang para bakal calon Gubernur memang beragam. Entah siapa lagi yang akan membuat sensasi serupa?













