Tintahijau.com | Portal Berita Subang

Sabtu, 25 Mei 2013
Follow us on:
Previous Selanjutnya
Abah Renggo Bikin Rina Merinding di acara AIDS Abah Renggo Bikin Rina Merinding di acara AIDS TINJAU SUBANG- Wawan Herawan atau Abah Renggo salah satu sen...
Fashion Show Waria Warnai Aksi Renungan AIDS di Subang Fashion Show Waria Warnai Aksi Renungan AIDS di Subang TINJAU SUBANG- Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKB...
Inilah Pelajar dengan Nilai UN Tertinggi Inilah Pelajar dengan Nilai UN Tertinggi TINJAU JAKARTA- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemen...
Inilah Penampakan Rumah Staf Ahli LHI di Subang Inilah Penampakan Rumah Staf Ahli LHI di Subang TINJAU SUBANG– Dalam beberapa pekan terakhir nama Ahmad Zaky...
Subhanallah, Danlanud Suryadharma Hobi Santuni Yatim Subhanallah, Danlanud Suryadharma Hobi Santuni Yatim TINJAU KALIJATI- Nilai-nilai spiritual di jajaran TNI AU Sur...
4 Pria Berseragam Polisi Bajak Mobil di Subang 4 Pria Berseragam Polisi Bajak Mobil di Subang TINJAU SUBANG- 4 kawanan spesial pembajak mobil melancarkan ...

Pengamen Cilik Subang Gemparkan YouTube

Sebelum dipertemukan dengan Alfas Hermansyah, Tegar hanyalah pengamen cilik yang hidup serba kekurangan. Keluarganya yang sedianya mendukung semua cita-cita Tegar, terhalang kondisi ekonomi yang cenderung pas-pasan.

Seusai mengamen, Tegar berlabuh pada sebuah rumah petak berukuran sekitar 4x6 meter. Di rumah itu,Tegar hidup bersama kedua orang tua dan tiga orang adiknya yang masih kecil-kecil.

Ibunya adalah seorang pengamen di kereta api di kawasan Stasiun Pegaden, sedangkan bapak tirinya hanyalah seorang buruh lepas. Hidup dengan serba keterbatasan, Tegar tetap komitmen dalam menyanyi dan menari. Semua dia pelajari secara autodidak. ”Saya sudah belajar menyanyi dari usia empat tahun,”kata Tegar yang mulai menjadi pengamen pada usia tujuh tahun itu.

Tegar tidak tahu seperti apa tangga nada, atau bahkan notasi yang biasa dia nyanyikan. Tapi, insting seni dalam menyanyi dan bermain musik membuat dia mampu bernyanyi. Menurut Tegar, bakatnya dalam menyanyi bisa jadi diturunkan dari sang ibu yang tak lain mantan sinden pada zamannya dulu. ”Ibu saya dulu seorang sinden. Mungkin bakat itu turun dari ibu saya,” ucapnya.

Meski begitu,Tegar mengaku sangat jarang diajari menyanyi oleh ibunya.Tapi bagi dia, warisan seni yang tertanam dalam diri sangatlah cukup untuk bekal kelak. Buktinya pada usianya yang belum mencapai 11 tahun,Tegar telah menciptakan beberapa lagu.

Satu buah lagu di antaranya berjudul "Temanku Ini Mabok Cinta", sebuah lagu yang agak berbau dewasa, namun cukup friendly untuk seukuran pengamen jalanan di Subang. Lagu ini juga yang membuat Tegar cukup dikenal masyarakat Indonesia.

Penampilannya yang di-upload di Youtube dengan keynote ”Tegar Si Pengamen Subang” telah disaksikan lebih dari 13.000 viewer pada akhir pekan kemarin. Rekor tertinggi terjadi pada minggu lalu, dari 8.000 viewer melonjak menjadi 13.000 dalam waktu sekitar empat hari.

Alfas Hermansyah, lelaki yang pertama kali mengikutkan Tegar pada kompetisi XL, optimistis atas masa depan bocah cilik ini. Suaranya yang merdu dan kemampuannya membuat lagu menjadi modal penting bagi dia meniti masa depan.

”Hidup di jalanan dari usia tujuh sampai 11 tahun cukup membuat dia memiliki mental kuat,” ungkap dia.

Saat ini, Alfas sedang berusaha membuat album kompilasi yang berisi lagulagu ciptaan Tegar dan lagu publik tanpa hak paten. Album tersebut akan dikomersialkan untuk keperluan pendidikan Tegar dan menopang ekonomi keluarganya.

”Bagaimana pun dia harus merasakan bangku pendidikan. Syukur- syukur hasil penjualan album itu bisa membantu ekonomi keluarganya,” ujar Alfas

 

Comments  

 
+17 #1 Roni Wijaya 2012-09-19 08:17
tegar,.,.,saya juluki jempol..
muuuannntaaappp

sya sgt ngefans tegar
Quote
 

Tambahkan Komentar

Kode Keamanan
Perbarui

DSS Radio