TINJAU SUBANG- Karena orientasinya keuntungan, barang dagangan ludes tentu membuat pemiliknya bahagia dan diidamkan oleh seluruh penjual. Namun tidak berlaku bagi Darsim, pedagang kantin di gedung DPRD, Jl. Dewi Sartika, Subang.
Meskipun barang dagangannya bersih, namun Darsim masih berkeluh kesah. Dia bukan tidak bersyukur, namun ludes panganannya itu tidak secara otomatis dia membawa pulang banyak uang. Pasalnya, pembeli atau pelanggan di kantin yang menyediakan nasi dan minuman itu, lebih banyak kas bon.
"Rabu kemarin tidak dagang karena ga ada uang untuk belanja. Alhamdulillah ada anggota DPRD yang kasih Rp400 untuk belanja," kata Darsim.
Tidak sedikit pelanggannya yang kasbon. Sebagian besar, anggota DPRD yang makan dulu baru bayar. Adapula yang menaruh uang lebih dulu baru makan. Celakannya, mereka yang kas bon, nominalnya bisa ratusan ribu. Sementara pelunasannya kerapo di atas satu pekan.
Kantin yang berada di sebelah selatan gedung DPRD itu satu-satunya warung yang ada di komplek gedung wakil rakyat. Pelanggannya tidak saja para anggota dan pegawai DPRD, tapi pegawai Pemkab pun menyerbu. Tidak terkecuali para wartawan. [foto: ilustrasi]














Comments
saya pengen tahun ini ada realisasi, ga perduli lahsumber dana ny dari mana??
RSS feed for comments to this post