FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Ketika YouTuber Subang Tantang Dunia

Pertumbuhan YouTube di 2018 sangat cepat. Bahkan, bukan saja milik warga perkotaan dan selebritas, tren YouTube kini merambah hingga ke daerah.

Sejak diperkenalkan 2005 silam, YouTube menjadi salah satu media sosial yang sangat populer di dunia. Setiap harinya terdapat jutaan konten yang diunggah dari berbagai negara. Karya San Mateo cs ini melahirkan profesi baru bernama YouTuber dengan penghasilan yang cukup menjanjikan.

Tak hanya mereka yang mahir membuat video, segala profesi dapat dengan mudah menjadi seorang YouTuber termasuk para artis. Di Indonesia sendiri, fenomena menjadi content creator sedang berkembang pesat. Untuk 2019, YouTube bahkan memiliki tiga prioritas seperti meningkatkan komunikasi dan keterlibatan, mendukung suksesnya kreator, dan memenuhi tanggung jawab.

Semula akun Youtube dimanfaatkan dan dikuasai akun/channel kelompok usaha, korporasi untuk meneguhkan produk atau merek dagang mereka. Tapi kini, yang katanya era disrupsi atau revolusi industri 4.0, penguasaan akun/channel Youtube bergeser ke pribadi-pribadi atau dengan bahasa kekinian, para content creator dan influencer.

Terlepas dari proses boosting atau advertise (berbayar) yang dijalankan pada Youtube, kreativitas yang dimiliki orang, seperti Raditya Dika, Arif Muhammad (Mak Beti) atau Haris Saputra (Maell Lee Bukan Kaleng-kaleng), Ria Ricis, hingga Atta Halilintar, patut diacungi jempol. Karena berhasil menarik penonton (viewers) hingga jutaan pasang mata dari layar smartphone, pc atau gadget lainnya, lewat konten-konten mereka yang unik, menarik, atau out of the box, di luar kebiasaan tayangan televisi.

Dalam perkembangannya, demam YouTube bukan saja milik warga perkotaan atau public figure. Kini, demam YouTube sudah merambah warga di pelosok dan di daerah-daerah. Subang misalnya, ada ratusan akun YouTube yang terduga merupakan creator Subang. Berbagai konten tentang ke Subang-an bertaburan di laman itu, termasuk konten kekinian, seperti prank menghiasai akun YouTube Subang.

Bahkan, dari penelusuran, mereka berhimpun di Komunitas YouTuber Subang. Komunitas ini sudah beberapa kali kopi darat. Jumlahnya cukup lumayan. Itu belum termasuk mereka yang tidak ikut Kopdar atau belum terdeteksi atau mendeteksi Komunitas YouTuber Subang. Kehadiran YouTuber Subang ini bukan hanya untuk 'menguggurkan kewajiban' sebagai makhluk Tuhan yang ada di era 4.0, tapi pesan di balik eksistensi mereka adalah sedang menantang dunia, bahwa Subang di belahan dunia YouTube.

Dari penerawangan, banyaknya warga daerah mulai 'urban' ke YouTube, setidaknya ada tiga faktor utama yang memotivasi lahirynya YouTuber di daerah. Dari beberapa obrolan dengan mereka yang menyebut dirinya sebagai YouTuber, sumber pendapatan menjadi alasan mereka aktif di social media itu. Menambah subcriber setiap harinya adalah bagian perjuangan. Karena dengan bertambahnya YouTuber, diyakini akan meningkatkan pundi-pundi rupiah.

Alasan lain adalah sebagai ekspresi kreativitas. Mereka menunjukan kapasitasnya dengan menyuguhkan tampilan dan konten video terbaiknya. Karena harus diakui, tidak mudah dan butuh kemampuan dan imajinasi tingkat dewa untuk menghasilkan video hebat, ini belum ke masalah konten. Tampilan dan konten yang keren bisa menjadi salah satu syarat YouTuber lain dengan ikhlas untuk subcribe dan menunggu update vide berikutnya.

Selain dua alasan itu, berbagi informasi menjadi salah satu alasan orang membuat akun di YouTube. Biasanya, YouTuber dengan klasifikasi ini menyuguhkan berbagai informasi yang terjadi di daerahnya. Baik soal kuliner, peristiwa, event dan atau lainnya.

Khusus untuk alasan ketiga, ini menjadi semangat dan modal awal TINTAHIJAU.com kemudian membuat lapak di YouTube dengan akun TINTAHIJAU.com Channel, tepatnnya pada 10 Januari 2019. Genap sebulan Channel ini baru memiliki 30 subcriber, dengan delapan video. Masih proses adaptasi dan pembenahan, memang, sehingga video yang sudah terupdate pun masih sekedar absen, sampai kita memiliki konsep jelas dan permanen.

Ke depan, konsep yang akan kita suguhkan menyampaikan informasi seputar Subang, dengan suguhan kekinian, sehingga tidak ada kesan formal. Termasuk di dalamnya, kita upayakan talkshow dengan pejabat publik membahas isue kekinian. Bahkan, kita upayakan untuk menampung request subcriber tema peliputan.

Dengan konsep itu kemudian muncul alasan membuat akun YouTube di bagian pertama dan kedua, yakni mendatangkan pendapatan dan menajamkan kreasi. Selebihnya, numpang eksis dan biar gak disebut gaptek.

Salam Ngopi Item, bisi jangar
Tong Helove Subcribe TINTAHIJAU.com Channel bisi kudet

 

MANG SIHEJO

 


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
Youtube: TINTAHIJAU Channel


TINTAHIJAU CHANNEL
Banner Kanan 1

Twitter Update

[OPINI] Curhatan Seorang Mahasiswa di Jurusan yang Tak Pernah Menua https://t.co/CQIyxQAVBw
Kiai Said: NU Bisa Jadi Kiblat Peradaban Dunia Islam https://t.co/HILr7AQxtA
Ratusan Goweser Subang Ikuti Sasapedehan HUT Lalu Lintas https://t.co/Hx9lV0CIH4
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page