FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Membahagiakn Istri, Rezeki Suami Mengalir Tanpa Henti

Kebahagian istri akan berpengaruh terhadap mudahnya suami mendapat rezeki. Sejumlah teori dan hadits Nabi mengisyaratkan terkait ini. Bagaimana penjelasannya?

Dalam Hadist Nabi yang diriwayatkan HR AHmad dan At-Tarmidzi  menyebutkan Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya

Rasulullah SAW adalah figur teladan yang sangat memuliakan istri-istrinya. Ia senantiasa membuat istrinya bahagia dan gembira. Ia pun selalu memanggil istri-istrinya dengan panggilan terbaik yang membuat perasaan istri-istrinya amat dihargai, dihormati dan dimuliakan. Kepada Siti Aisyah, ia memanggilnya “Humairah” yang artinya kemerah-merahan. Ini karena pipi Siti Aisyah yang selalu memerah. Panggilan ini membuat siti Aisyah senantiasa merasa amat berharga berada di samping Rasulullah.

Lalu bagaimana hubungan kebahagiaan istri dengan lancarnya rezeki?
Percayalah, membahagiakan istri merupakan salah satu pembuka pintu rezeki yang paling lebar untuk keluarga. Ada sejumlah alasan yang tak bisa dibantah bahwa ridho dan kebahagiaan istri merupakan kunci rezeki keluarga.

1. Istri merupakan bidadari kedua dan ibu kandung adalah bidadari pertama. Doa yang diselaraskan dengan sepasang bidadari dalam kehidupan seorang pria ini akan menembus langit dan mempercepat turunnya rezeki.

2. Ketika istri bahagia, maka semua anggota keluarga akan bahagia. Ketika istri menjalani hidup dengan positif, maka semua anggota keluarga juga menjalani hidup dengan positif.

3. Istri yang bahagia akan menjadi penyemangat untuk suami dalam mencari rezeki. Ia pun akan menjadi tempat pulang yang menenangkan setelah suami mencari rezeki.

4. Istri yang bahagia akan selalu memberikan dukungan dalam keadaan apa pun, Dengan begini, suami bisa punya semangat untuk selalu bangkit lagi setiap menghadapi kesulitan.

5. Istri yang bahagia akan senantiasa bersyukur atas uang pemberian suami, berapa pun nilainya. Dan Allah berjanji, orang yang mensyukuri nikmat, akan diberi kenikmatan yang berlipat ganda.

Dalam teori terbalik, istri yang marah, murung dan banyak mengeluh akan berdampak pula pada konsentrasi dan semangat suami rezeki. Kondisi ini akan menghalangi semangat suami mencari rezeki. Terlebih, karena suasana hati istri yang tidak jernih, doa yang biasa disematkan saat suami pergi, tidak lagi terucap.

Namun demikian, ini bukan menjadi alasan atau modus istri untuk mudah marah atau pura-pura tidak bahagia hanya karena keinginannya tidak terpenuhi. Karena bagaimanapun, suami memegang peran utama dalam keluarga. Salah satunya adalah memberikan nafkah, baik secara lahir maupun batin.

Begitupun suami, setidaknya harus memahami bentuk nafkah lahir istri. Beberapa diantaranya adalah memberikan seluruh gajinya ke istri, entah itu tunai maupun non tunai.

Kedua, memberikan sisa uang belanja setelah dikurangi biaya operasional. Sebenarnya cara ini hampir sampa dengan cara sebelumnya. Hanya, suami dan istri sama-sama menghitung kebutuhan rumah tangga.  Dan ketiga, suami memberikan uang kepada istri baik secara harian atau mingguan berdasarkan jumlah pengeluaran.

Sebab, salah satu keutamaan menikah adalah terbukanya pintu rejeki. Dari rezeki sendiri akan ditambah dengan rezeki istri-suami dan rezeki dari anak-anak kelak yang dianugerahi Allah. Tentu saja, kerjasama dan saling mengisi antara suami istri bisa menjadi syarat kebahagiaan dalam membina keluarga, baik kebahagiaan duniawi maupun ukhrawi.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Traveling Ternyata Lebih Membahagiakan Dibanding Pernikahan https://t.co/XeZ2sXnWPY
Wagub Jabar Tinjau Pusat Peternakan Sapi di Subang https://t.co/jaH0gIfFma
PMI Subang Utus 24 Pelajar di Jumbara Jabar https://t.co/ZGeNFd2a6i
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page