FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Adu Kuat Menuju Kursi Bupati Subang


Jauh-jauh hari, sejumlah nama yang digadang-gadang bakal maju pada audisi Bupati sudah bermunculan. Dalam baligo berbagai ukuran, wajah-wajah mereka sudah menghiasi sudut kota dan sisi jalan di Kabupaten Subang.

Sebut saja, Eddy Setiadi. Baligo bss PT Sariater itu bertebaran saat kebanyakan elit politik adam ayem. Dari baligonya, Eddy bakal maju dari Partai Demokrat. Ada juga Rahmat Sholihin. Modal pengalaman sebagai Sekda, Rahmat yang mengklaim maju dari Gerindra dan PKB itu percaya diri untuk bersaing dengan seniornya.

Nama lain yang wajahnya menghiasi sudut Kota Subang adalah Ojang Sohandi dan Atin Supriatin. Dengan kapasitasnya sebagai Bupati, wajah Ojang sudah akrab di masyarakat. Demikian juga Atin Supriatin, baligo dan sepanduk Ketua DPRD itu marak di masyarakat. Selain kedua tokoh, nama Iman Budiman patut diperhitungkan. Ketiga nama itu, adalah bakal calon dari PDIP.

Sosok Agus Masykur Rosyadi pun kini bertebaran. Dengan mendompleng baligo dan spanduk seniornya, Ahmad Heryawan, wajah Wakil Ketua DPRD dari PKS itu mudah ditemui. Jauh lebih banyak, adalah bakal calon dari PAN Asep R Dimyati. Tidak hanya menyebar ribuan baligo, Asep memanfaatkan kendaraan roda empat sebagai media sosialisasi.

Yang cukup mengejutkan adalah Wawan Hermawan atau akrab disapa Abah Renggo. Guru PNS itu sempat memproklamirkan untuk maju sebagai calon independen. Dengan mengusung adat kesundaan, baligo ukuran jumbo Abah Renggo terpasang di sejumlah titik Subang Kota.

Selain nama-nama itu, masih banyak nama yang dikabarkan bakal maju sebagai Calon Bupati. Sebut saja Ketua DPC Demokrat Ahmad Rizal dan kader Demokrat Ade Suhaya, termasuk istri mantan Bupati Subang, Nina Hidayat.

Adu kuat merebutkan kursi Subang 1, tentu saja tidak hanya dilihat dari ukuran atau jumlah baligo. Adu strategi dan janji pun dipastikan bakal mengisi masa-masa "pencitraan".

Rakyat, yang menjadi bidikan mereka, akan kembali menjadi raja. Semua permintaan mereka, berpotensi dikabulkan. Sikap santun dan berprilaku "manusia 1/2 dewa" akan mudah didapati dari para kontestan. Bahkan, jika saja ada warga yang sakit, bisa saja mereka berebut untuk membawanya ke rumah sakit.

Jangankan yang sehat, orang setengah gila pun bagi para "manusia 1/2 dewa" itu akan menjadi berarti. Maka jangan kaget, jika satu hari mereka menyapa selamat siang atau salam untuk manusia 1/2 waras.

Ibarat orang dagang, mereka akan menawarkan kwalitas dirinya, sebagai satu-satunya manusia tersempurna di muka bumi Subang. Dalam kata sederhana, mereka siap mewakafkan dirinya untuk kemajuan Subang.

Tentu saja, rakyat akan dibuat galau. Semua kontestan Pilkada memiliki missi yang sama. Lalu siapa yang patut dipilih? Berfikirlah secara sehat. Kualitas lipstik termahal sekalipun, akan menemui titik pudar. Cassing semewah apapun, pada satu titik akan menemui titik kerusakan.

Keberpihakan dan kepedulian sosok pemimpin tidak ditunjukan dalam waktu 1-3 bulan. Tapi dilihat dari karakter hidupnya. Karakter manusia, tidak luntur diguyur hujan, tidak habis dimakan waktu, dan punah dibakar api.

Menjadi pemilih cerdas, adalah satu-satunya cara menyelamatkan kota kelahiran dari keterpurukan dan ketertinggalan. Mari mencari figur pemimpin, bukan mencari sekedar kepala daerah...


Twitter Update

Terbangkan Pesawat Tanpa Awak, Wabup Subang Terima Brevet dari FASI https://t.co/92WbjsY016
Lanud Suryadarma Kalijati jadi Tuan Rumah Kejurnas Terbang Layang https://t.co/t5K9OckO3U
Menengok Aktivitas Polisi asal Papua di Jatiwangi Majalengka https://t.co/KXTPFPhZHt
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page