FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Pilkada, Elit atau Rakyat yang Punya Hajat?

Dikembalikan kepada kepanjangan Pilkada yakni pemilihan kepala daerah, Pilkada hanya momentum bagi masyarakat untuk kembali memilih pemimpinnya. Momen ini adalah ruang untuk publik menyiapkan, mengusung, mendukung, dan memilih calon pemimpinnya.

Negara memberi 2 alternatif bagi warganya untuk mengusung calon pemimpinnya. Jika tidak bisa dari partai, Negara memberi ruang untuk maju dari jalur nonpartai atau perseorangan. Begitu besar negara memberi ruang bagi publik untuk ikut andil dan terlibat langsung membangun dan menata daerah melalui kompetisi semacam ini.

Di sini, saya melihat, sudah sangat jelas bahwa Pilkada adalah kepentingan rakyat bukan mereka yang berhasrat untuk jadi orang nomor 1. Jika kesimpulannya seperti ini, maka jelaslah tugas kita adalah menyiapkan calon pemimpin untuk kita dorong pada Pilkada nanti.

Kalaupun tahapan Pilkada Subang saat ini sudah memasuki pendaftaran pasangan calon bupati-wakil bupati dari Parpol, bukan berarti ruang gerak kita tertutup. Percayalah, nama-nama yang sudah muncul, baik dari independen maupun parpol, mereka putra terbaik yang dimiliki Subang.

Nama-nama yang muncul di publik sudah cukup banyak. Tugas kita adalah "menyeleksi" dari sejumlah nama yang ada itu calon mana yang dianggap terbaik. Tentu saja, tidak hanya menentukan siapa yang paling tepat, tapi konsekwensi logis, adalah memperjuangkan calon kita itu terpilih.

Jika kesimpulannya demikian, maka, kendati golput adalah pilihan dan bagian dari hak, namun memberi kontribusi pada Pilkada adalah pilihan yang cukup cerdas. Analogi sederhana saya, bagaimana kita akan menata pembangunan, jika di saat yang sama kita apatis dengan pesta yang sejatinya di sinilah rakyat menentukan arah 5 tahun ke depan Subang.

Dengan menjadikan diri kita sebagai pemilih cerdas, dan mengajak orang lain cerdas untuk memilih dengan cerdas calon pemimpin cerdas, adalah kontribusi besar kita terhadap tanah kelahiran. Karena bagaimanapun, nasib Subang ke depan, ada di tangan kita, di tangan rakyat, sementara Bupati hanya sebagai lokomotif dari pembangunan itu. Mari membangun Subang!

 


Twitter Update

KPK Selenggarakan Kelas Mendongeng Sebagai Kampanye Anti Korupsi https://t.co/xldZ87tW5C
Kemarau Panjang, Petani Bantarwaru Majalengka Tanam Palawija https://t.co/Mq3SOvWfgU
Ada 7 Ciri-ciri Anak Autisme. Jika dari ketujuh ciri ini dijawab minimal dua dengan jawaban tidak, maka itu sudah… https://t.co/intyqQMojh
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page