FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Mencipta Kemerdekaan di Selasar Gang Panglejar Subang

17 Agustus yang biasa diperingati sebagai hari kemerdekaan Indonesia sudah berlalu. Namun semangat mengisi kemerdekaan warga belum juga pudar. Mereka masih bersemangat mencipta kemerdekaan meski dari selasar jalan gang

Seperti yang terlihat di Panglejar 4 Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang. Dengan memanfaatkan jalan gang dengan lebar yang kurang dari 2 meter, warga semangat merayakan hari kemerdekaan dengan aneka lomba.

Sederhana namun istimewa. Meskipun hanya beberapa mata lomba, pagelaran dalam rangka HUT RI ke-70 menjadi istimewa, karena event itu melibatkan anak-anak dan orang dewasa. Istimewa juga, karena biaya untuk pelaksanaan kegiatan itu, swperti mengusung faham demokrasi, untuk warga, dari warga dan oleh warga Panglejar 4.

Pada 17 Agustus silam, panitia pelaksana yang digawangi anak muda setempat, menggelar sejumlah lomba untuk anak-anak. Dari mulai ambil uang dalam pepaya, lari bawa kelereng dalam sendok, memindahkan belut, joget balon, memasukkan paku ke botol, dan lomba khas makan kerupuk serta mata lomba lainnya.

Selama dua hari, anak-anak di Panglejar 4 itu benar-benar merasakan kemerdekaan. Menikmati hidup tanpa dikhawatirkan serangan penjajah, atau setidaknya selama dua hari itu anak-anak menikmati kebebasan, dan permainan rakyat yang pada saat yang sama sedang mengeliminasi permainan yang biasa pegang dalam layar komputer (game online).

Ada tawa kebahagian bagi para pemenang, ada juga ekspresi kekecewaan bagi yang mereka kalah. Namun bagi penonton, menang kalah soal akhir, karena hiburan rakyat dan kebahagiaan adalah segalanya.

Sepekan selepas apel kemerdekaan, bukan berarti mengisi hari kemerdekaan usai. Setelah anak-anak, kali ini giliran orang dewasa mengambil bagian. Di lahan kosong, warga Panglejar 4 memanfaatkan untuk panjat pinang. Ada dua pohon pinang di sana, ukuran pendek untuk anak-anak dan ukuran panjang buat yang dewasa.

Kendati panjat pinang menjadi hiburan rakyat setiap tahunnya, tetap saja panjat pinang punya cerita dan alasan untuk mengundang tawa. Tingkah dan polah pemanjat pinang pada batang kayu yang sudah dilumuri dan licin itu, membuat ger-geran warga yang melihat.

Meskipun, hadiah yang ada di puncak pohon pinang itu sangat sederhana, namun tidak membuat patah hati atau mengendorkan semangat peserta untuk sampai di atas. "Seperti para pejuang dulu, merebut kemerdekaan bukan dengan tumpang kaki, bergerak dan terus semangat merebut kemerdekaan. Demikian halnya panjat pinang, kalo semangatnya kendor, mana mungkin sampai atas," celetuk ibu-ibu yang saemangat memberi semangat peserta panjat pinang.

Dengan cara sederhana, warga Panglejar 4 sudah berhasil mencipta Kemerdekaannya meskipun hanya di selasar jalan Gang. Karena kemerdekaan sejati adalah saat tawa kita mengembang, saat kita saling bergandeng tangan dalam kebahagiaan. Selamat dan merdeka, Panglejar 4! [Annas Nashrullah | @JejakAnnas]

 

Foto: suasana panjat pinang di Panglejar 4 Subang

 

Follow twitter @tintahijaucom

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bupati Subang: Penerapan Prokes Harus Jadi Kebutuhan, Bukan Karena Satgas https://t.co/MCFZIhPqwf
Ini Jadwal Pemadaman Listrik di Majalengka 28 November, Cek Lokasinya di Sini https://t.co/PNnteRWi0u
Kunjungi PCNU Karawang, Maman Imanulhaq: PKB Siapkan Generasi Jenius Berbasis Pesantren. https://t.co/8QrO2VfVrR
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter