FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Akhir Juni, Kontrak Skuat Persib Bakal Diputus

TINJAU BANDUNG - Kisruh sepak bola nasional benar-benar sudah menjadi momok menakutkan bagi semua pelaku sepak bola di Indonesia. Persib Bandung yang disebut-sebut sebagai klub paling sehat dengan limpahan sponsor pun dibuat tak berdaya dan akhir bulan ini dipastikan akan memutus semua kontrak skuatnya.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar memastikan pemutusan kontrak itu akan berlaku dari mulai pemain, pelatih hingga ofisial. Selama ini, kata Umuh, manajemen Persib sudah berupaya untuk terus mempertahankan skuat namun biaya yang terus membengkak lantaran tidak adanya kompetisi membuat pihaknya tidak memiliki pilihan selain memutus kontrak para skuatnya.

Bukan hanya itu, lanjut Umuh, para sponsor pun sudah tidak lagi menjalin kerjasamanya dengan Persib Bandung sejak induk organisasi persepak bolaan tanah air yakni PSSI dibekukan Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora). Sehingga pihaknya tidak lagi mendapatkan dana tambahan untuk mengaji para skuat andalannya.

?"Saya belum bicara dengan kawan-kawan dan pengurus manajemen lainnya, mau dibubarkan atau tetap dipertahankan. Tapi saya rasa kalau bertahan tidak mungkin. Karena satu bulan saja, kita harus mengeluarkan gaji sebesar Rp 1 Miliar. Jelas sangat repot. Dan kemungkinan akhir bulan ini semua diistirahatkan," tegas Umuh saat ditemui di kediamannya, Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Akan tetapi, Umuh berharap setelah kompetisi kembali berjalan, skuat terbaiknya dapat kembali membela Persib. "Kalau (kompetisi) berjalan. Kita pasti memanggil kembali. Itupun kalau masih ada yang mau dan mudah-mudahan mau. Tapi kalau mereka sudah membela klub lain, saya tidak bisa apa-apa, karena itu hak pemain. Tapi saya berharap semua bisa utuh saat kembali dikumpulkan," harapnya.

Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mengaku pasrah atas keputusan manajemen untuk memutus kontraknya. Ia menyerahkan semua keputusan yang sebelumnya dilontarkan manajer Persib, Umuh Muchtar.

"Saya sebagai pelatih, di bawahnya manajer, yang pasti mengikuti apa keputusannya. Yang pasti, sekarang kita tidak memiliki kegiatan dan segala kegiatan sepenuhnya diberikan kepada pemain, terserah mau bagaimana. Tapi yang jelas saya berharap permasalahan ini segera terselesaikan agar kami bisa melakukan kegiatan sebagaimana biasanya," harap Djanur.

Terkait mengenai rencana Menpora Imam Nahrawi yang akan menggelar Piala Kemerdekaan, Djanur belum dapat memikirkannya, sebab hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan undangan secara resmi. "Manajemen juga belum tahu. Saya hanya nunggu instruksi saja. Kita ikuti langkah manajemen saja apa yang harus dilakukan," tandasnya. [Sindo]

 

Follow twitter @TINTAHIJAUcom