FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Menelusuri Jejak MuayThai di Kabupaten Subang

TINJAU SUBANG- Kehadiran Sasana Mandala Jati pada 3 September 2015 menjadi embrio hadirnya seni bela diri MuayThai di Kabupaten Subang. Meskipun, baru beberapa bulan hadir, prestasi sudah mereka cetak. Merekapun berambisi ke depan Subang menjadi Kiblat MuayThai di Indonesia.

Kehadiran Sasana Mandala Jati ini diprakasasi keraton Galuh Pakuan yang dikomandoi Evi Silviadi. Kehadirannya didasari semangat menunaikan salah satu visi Galuh Pakuan; menguatkan yang lemah.

Empat bulan sejak berdirinya, Sasana Manggala Jati mengutus empat orang atlitnya pada Liga Nasional MuayThai piala Wapres di Makasar, Desember lalu. Kendati dengan jam terbang yang minim, namun empat atlit asal Subang itu, sukses menggondol satu emas dan tiga perak.

"Hasil berharga dari Liga Nasional itu, tidak hanya soal medali, tapi pengalaman dan mental, dan setelah itu. Alhamdulillah kita, Subang jadi tuan rumah Liga Nasional pada April nanti," kata Ketua Pengkab MuayThai Subang, Lilis Sulastri.

Tidak hanya sebaai tuan rumah Liga Nasional, Subang juga menjadi lokasi digelarnya Kejuaraan Eksibisi PON cabor MuayThai september mendatang. Tentu saja, event nasional itu menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Subang.

"Kita saat ini sedang menjajaki kerjasama dengan pihak Sariater untuk menggelar Ciater Fight Night. Saya kira selain untuk prestasi, ini bisa menjadi magnet bagi wisatawng datang ke Subang," kata Lilis.

Hal lain yang membuat Lilis berambisi Subang sebagai Kiblat MuayThai di Indonesia adalah keikutsertaan atlt MuayThai pada seleksi untuk tanding d Kejuaraan Dunia di Thiland dan Swiss. Kedua Atlit Subang itu adalah Tovan Nopian dan SitiJill Halimah.

"Saya kira, dengan kemampuan dan prestasi atlit yang kita punya, serta potensi Subang, tidak berlebihan jika Subang ini menjadi kiblat MuayThai di Indonesia," tandasnya.

Bahkan, ke depan, program Pengurus Kabupaten MuayThai Subang akan menggelar MuayThai Goes to Vilage. Program ini disinergikan Bahkan, ke depan, program Pengurus Kabupaten MuayThai Subang akan menggelar MuayThai Goes to Vilage. Program ini disinergikan dengan agenda Pengurus Provinsi MuayThai Jabar. "Kita akan agendakan MuayThai masuk Desa," pungkasnya.

Sekjen Pengurus Provinsi MuayThai Jabar, Otjid AH Rosyid mengapreisasi semangat pengurus MuayThai Subang itu. Otjid optimistis, ambisi itu bisa rerlaksana jika Subang tetap konsisten.

"Asal konsisten, saya yakin bisa. Apalagi Jabar ini kental dengan seni bela dirinya. Dan kalau kita mau menelaah dan meneliti sejarahnya, MuayThai ini ternyata asal usulnya dari kita juga, dari Sunda," katanya.

Muay Thai adalah seni beladiri tangan kosong dari Thailand yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Muay Thai merupakan evolusi dari seni beladiri Muay Boran (tinju kuno), yakni sebuah metode pertempuran tangan kosong yang digunakan Bangsa Siam saat mereka kehilangan senjata dalam pertempuran.

Kata Muay berasal dari bahasa Sansekerta “mavya” yang berarti tinju. Sedangakan kata “Thai” mewakili suku Thai. Muay Thai juga disebut sebagai “Seni Delapan Tungkai” karena tekniknya lebih banyak menggunakan delapan bagian tubuh untuk menyerang dan bertahan, yakni kedua kaki, tungkai, tulang kering, lutut, dan siku.

Pelatih Nasional Iwan Said mengatakan, seni bela diri Muay Thai saat ini sedang digandrungi masyarakat Kota dan Dunia. Di Indonesia kata Iwan, sudah merebak di sejumlah Kota besar di Indonesia. "Di Subang ini yang pertama kalinya. Saya datang untuk anak-anak mudah Subang," kata Iwan Said yang pada SEA Games 2013 di Myanmar sebagai pelatih Nasional itu.

Lokasi latihan MuayThai di Subang ini berada di Sasana Waruga Mandalajati atau Gedung KNPI Jl. Otto Iskanda Dinata Subang. [annas nashrullah l @JejakAnnas]

follow twitter @tintahijaucom