Badan Melar Usai Lebaran, Lakukan 5 Cara Jitu Ini

Mengkonsumsi makanan dan minuman saat lebaran biasanya jarang bisa dikontrol. Mengingat, aneka makanan tersaji, baik di rumah sendiri maupun saat silaturahmi.

Wajar, jika setelah puasa, pertumbuhan badan mengalami peningkatan drastis. Pimpinan komunitas lari Fake Runners Bandung, Doni Aprialdi membagikan tips mengembalikan berat badan setelah Lebaran.

"Untuk yang biasa olahraga tinggal melanjutkan kebiasaannya. Bagi pemula, ada beberapa hal yang harus diperhatikan,” ujar Doni seperti dikutip dari Kompas.com.

1. Detak jantung
Biasakan mengukur detak jantung sebelum, saat, dan setelah olahraga. Detak jantung saat olahraga sebaiknya tidak boleh melebihi 220 dikurangi usia.

Misal, jika umur seseorang 30 tahun, maka 220 dikurangi 30, hasilnya 190. Angka 190 itu merupakan detak jantung yang harus dipantau. Jangan sampai melebihi angka tersebut. “Kalo tujuannya fat loss, minimal 70 persen dari angka itu bisa kita gunakan untuk menjaga kebugaran,” ungkap dia.

2. Jenis olahraga
Jenis olahraga untuk menurunkan berat badan bisa macam-macam. Jika ingin gratisan, cobalah jogging. Bagi pemula, lakukan olahraga secara bertahap. Misal latihan pertama cukup jogging tiga kilometer. Setelah tubuh terbiasa olahraga, naikkan intens latihan.

3. Istirahat cukup
Hal penting yang harus dilakukan sebelum berolahraga adalah istirahat cukup. Sebab hal penting dalam olahraga adalah keamanan. Badan yang kurang istirahat, tidak disarankan berolahraga. “Kita sendiri yang menilai tubuh kita,” kata dia.

4. Nutrisi
Asupan nutrisi menjadi hal yang penting. Jika ingin olahraga berat seperti lari jarak jauh, maka asupan karbohidrat harus bagus. Sebab, karbohidrat inilah yang akan menjadi sumber energi. Kalau asupannya jelek, tubuh tidak akan mendukung untuk lari.

5. Ikut komunitas
Langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah bergabung komunitas olahraga. Sebab, bergabung bersama orang-orang dengan minat yang sama, akan meningkatkan motivasi orang tersebut. Dalam komunitas juga, olahraga akan lebih terarah dengan maksimal. Karena pola latihan seseorang tidak bisa disamaratakan, tergantung pada personal.

Itulah mengapa di awal pertemuan biasanya akan diminta data dasar berupa tinggi badan, berat badan, pola aktivitas sehari-hari, dan target yang ingin dicapai. “Apakah ingin menurunkan berat badan, mengembalikan kondisi prima, ingin ikut event tertentu, program untuk tiap target berbeda,” kata dia.



FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Twitter Update

SHA & DONLEGO, Tour Indonesia 20 Juli Parkir Bintang Fantasi Pamanukan Subang https://t.co/xwbEahfaod
17 Juli Gerhana Bulan Parsial, Cek Lokasi dan Waktunya Untuk Melihatnya https://t.co/bRKF2ytYhd
Maman Yudia Kokoh di Posisi Ketua PDIP Subang, Beni dan Ating Tersingkir? https://t.co/ltnpMnvoRi
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page