FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Si Kecil Sering Menggigit Pakaian, Mungkin Ini Penyebabnya



Ketika ada bayi yang suka mengemut, hal itu terlihat wajar. Mengemut termasuk ke dalam fase perkembangan mereka. Ya, bayi mempelajari dunianya dengan memasukkan segala sesuatu ke mulut mereka.

Akan tetapi, bagaimana bila kebiasaan ini masih terus dilakukan hingga usianya lebih besar atau di usia balita? Bahkan perilaku mengemut berkembang menjadi menggigit-gigit. Misalnya, menggigiti pakaiannya hingga basah atau bolong.

BACA JUGA:
Moms Dads Harus Tahu, Bacaan Do'a Jika Bayi Baru Lahir
Bunda Wajib Tahu 4 Hal Ini Ketika Bayi Baru Lahir
Ini Waktu yang Tepat Untuk Bayi Baru Lahir Keluar Rumah
Normalkah Jika Si Kecil Bau Badan? Ternyata Ini Jawabannya


Wajarkah hal ini terjadi? Ada 3 penyebab mengapa balita masih sering melakukannya:

Kebutuhan Sensorik

Diana C.Fitts, O.T., terapis okupasi di California sekaligus pendiri The Sensory Toolbox mengatakan, perilaku mengemut pakaian pada balita merupakan hal yang wajar. “Tidak masalah. Itu adalah tanda bahwa anak-anak membutuhkan lebih banyak input sensorik sepanjang hari,” ujarnya.

Fitts menyebut kebiasaan menggigiti pakaian ini dengan istilah stimming. Perilaku ini dikatakan Fitts dapat memberikan input sensorik yang mereka idam-idamkan. Artinya, bila ia menggigiti pakaiannya, ia butuh lebih banyak input sensorik di hari itu. Anda bisa mengalihkannya dengan permainan sensorik lainnya.

Mencari Ketenangan

Melanie Pottock, M.A., CCC-SLP., ahli patologi bahasa spesialis pediatrik dan spesialis pemberian makan anak, penulis buku Raising a Healthy Happy Eater mengatakan, menggigiti pakaian membantu memberikan ketenangan pada anak-anak dan membuat mereka jadi lebih fokus. “Mengunyah tidak hanya membantu mereka fokus pada pekerjaan sekolah, tetapi juga menjaga kecemasan mereka,” tutur Melania. Ia melanjutkan, “Biasanya kita melihat anak-anak menggigiti pakaian mereka selama minggu pertama sekolah, terutama di taman kanak-kanak.

Melanie mengatakan bahwa kegiatan menggigiti pakaian ini bisa terlihat saat anak-anak berada di situasi baru atau merasa tertekan. Melanie mencoba mengingatkan para orang tua apakah mereka pernah menunjukkan perilaku seperti menggigiti pensil atau bolpen saat mengerjakan tes atau pekerjaan? Nah, jawaban dari pertanyaan tersebut dapat menggambarkan alasan anak-anak menggigiti pakaiannya.

Berkebutuhan Khusus

National Autism Resources Network menyebut bahwa banyak anak dalam spektrum autisme, dengan ADHD, atau masalah sensorik lainnya cenderung mengemut atau menggigiti benda-benda seperti pakaian, pensil, atau jari dan kuku mereka.
 
Sumber: Ibu dan Anak | Foto: Pexels

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Takut Disuntik Vaksin, Anggota Polres Subang Keluar Keringat Dingin https://t.co/e0X13KdG6a
Atlit Karate Tradisional Majalengka Borong 7 Medali di Ajang Czech Open Karate Cup https://t.co/Y0Z1fUugwP
Disduk Capil Subang Fasilitasi Penggantian KTP dan KK Korban Banjir Pantura https://t.co/CFPU52IZws
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter