FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Abah Sukri, Veteran Penakluk Ular dari Karawang



Kebiasaan menangkap ular, rupanya menjadi hobbi Abah setelah dirinya pensiun dan menetap di kampung halamanya di desa Surkalim, Kalen Raman, Karawang.

Pengalamannya selama selama bertugas di hutan membuat abah sukri kembali mencari ular untuk dipelihara dan dijual. Bahkan saat TINTAHIJAU.com bertandang ke kediamannya, Abah Sukri memamerkan hasil buruannya, aneka hewan berbahaya dari ular cobra, sanca, hingga buaya dan biyawak di dalam kandang.

"Untuk ular cobra dewasa Abah Sukri menjualnya Rp50 ribu perekor. "Ular cobra ini darah dan empedunya sebagai obat darah lemah dan obat penyakit kulit. Sedangkan daginya di komsumsi dan kulitnya dijadikan dompet atau sabuk," terangnya.

Sementara ular sanca dan buaya yang sudah jinak, biasanya disewakan untuk perlengkapan hiburan dan shooting film. Panji, presenter di salah satu televisi swasta di acara "Panji Sang Penakluk" adalah putra Abah Sukri.

Abah Sukri menerangkan, keberaniannya "bercengkerama" dengan hewan sejenis ular tidak saja karena pengalamanannya saat aktif di TNI, tapi keahlianya itu merupakan "warisan" sang kakek yang dikenal pawang ular asli Pandeglang, Banten.

“Ada mantara-mantra tertentu untuk menakluan ular.  Digigit ular terutama ular kobra seringa, malah jari telunjuk tangan kanan ini putus dan jari manisnya mengecil karna beberapa kali terkena gigitan racun ular cobra," paparnya.

Namun, karena seringnya digigit ular, Abah Sukri punya obatnya sendiri. Obat herbal hasil racikannya itu, biasa ia gunakan untuk mengobati warga yang digigit ular.

Di akhir obrolan, Abah Sukri tampak gelisah. Bukan soal tangannya yang digigit ular, tapi saat ini sangat jarang yang punya keahlian menaklukan ular. Padahal menurut dia, potensi serangan ular bisa terjadi di mana saja. Namun pada saat yang sama, jumlah pawang ular masih sedikit. "Beruntung ada anak abah yang meneruskan ini, namanya Panji yang pernah ada di acara Panji Sang Penakluk," kata Abah Sukri menutup bincang-bincang. [Jody winata]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini