FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kisah Polwan Cantik di Barisan Propam Subang

 



Perempuan kelahiran Cirebon, 15 Juni 1987 itu tampak siaga di barisan pintu masuk bersama sejumlah Polwan dan aparat bersenjata lengkap. "Saya ikut terlibat dan ditugaskan untuk pengamanan pelaksanaan rapat pleno KPU," kata Irma kepada TINTAHIJAU.com, Minggu (20/4/2014)

Di sela-sela santai, Briptu Irma memaparkan saat dirinya memutuskan masuk sebagai anggota Kepolisian. Istri anggota Gatur Lantas, Jajang Thomas ini aktif fi kepolisian sejak pada 2007 lalu. "Pertama kali saya bertugas di bagian admin Samapta, beberapa bulan kemudian jadi Sespri (Sekretaris Pribadi) Waka (Wakil Kepala) Polres pada 2008 masuk di Lantas sebelum akhirnya bertugas di Propam pada 2013," paparnya.

Ketertarikan Irma menjadi anggota Polri, berawal saat dirinya masih belia. Ia melihat anggota polisi sedang mengatur lalu lintas. Saat itu ia berfikir, betapa mulianya menjadi polisi membantu warga dan pengguna jalan. "Dari situ saya berkeinginan jadi anggota, dan itu menjadi cita-cita saya," imbuhnya.

Keinginan kuat Irma menjadi anggota, bukan tanpa hambatan. Hambatan terberat yang ia hadapi, adalah izin dna restu orang tua. Maklum saja,
meskipun dirinya sudah mendaftar, namun belum mendapat lampu hijau dari keluarga.

Irma didera kegalauan. Antara kemauan kuatnya dan izin orang tua. Ibu dari semata wayang Widhi Sabana berfikir keras untuk mendapat restu. Dengan kemampuannya, Irma akhirnya bisa meluluhkan hati orang tua. "Keluarga awalnya ga setuju, tapi saya coba urus sendiri, difahami dan
alhamdulillah akhirnya mereka mendukung. Keluarga maunya saya masuk ke bidanan," jelasnya.

Menjadi seornag polisi, tidak saja harus siap secara fisik, dan otak. Mentalpun harus disiapkan. Jika tidak, konekwensinya akan bertabrakan dengan tugas-tugas di lapangan. Itupun yang dialami Irma. Polwan yang berparas cantik itu semula takut dengan darah. Di satu sisi, tugasnya di Unit Kecelakaan Lalu Lintas membuatnya harus mampu melawan ketakutan itu. "Awalnya takut liat darah, tapi saya berusaha adaptasi dengan pekerjaan alhamdulillah tidak masalah," kata wanita yang menetap diPerumahan Wanareja, Subang itu.

Banyak pengalaman yang didapat Irma saat bertugas di jalanan. Ia harus berhadapan dengan pengendara yang melanggar, yang kerap marah-marah
karena tidak menerima. Lagi-lagi, Irma berkarakter keibu-ibuan itu berhasil meredam dengan cara memberi pemahaman. Apa yang menjadi kebanggan, Polwan berkulit bersih dan rmabut sebahu itu? "Saya bangga menjadi bagian dari anggota Polri. Lebih dekat dengan masyarakat, membantu masyarakat dna lainnya. Ini yang membuat saya bangga," pungkasnya. [annas nashrullah l @anans_nsh]

 

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

BEM SI Beri Waktu ke Jokowo Hingga 28 Oktober https://t.co/yETzGKdVVA
Jumlah Kasus Covid-19 di Majalengka Tercatat 200 Orang https://t.co/M5oPUZfYXO
Setahun Memimpin, Ini Janji Jokowi-Ma'ruf Saat Kampanye https://t.co/sSCPf4A1VW
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter