FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Angka Penyebaran TB Paru di Subang Mengkhawatirkan

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Penyebaran Tuberkulosis (TB) Paru-paru di Subang dalam titik mengkhawatirkan. Dinas Kesehatan mencatat, ada sekitar 4500 warga yang terpapar TB Paru-paru itu

TB Paru biasanya ditandai dengan batuk yang berlangsung lama, dan akan merasakan beberapa gejala seperti Demam, Lemas, berat badan turun, tidak nafsu makan, nyeri dada dan berkeringat di malam hari. Penyakit ini ditularkan dari percikan ludah yang keluar penderita TBC, ketika berbicara, batuk, atau bersin. TB Paru ini bisa dideteksi melalui pemeriksaan dahak.

BERITA TERKAIT:

Astaghfirullah, Jumlah Penderita HIV/AIDS di Subang Tembus 2006

Dinkes Subang: Pernikahan Dini Bisa Pengaruhi Anak Stunting

Lomba FKTPB, Puskesmas Desa Rawalele Wakili Subang Maju di Tingkat Provinsi



Beberapa tes lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit menular ini adalah foto Rontgen dada, tes darah, atau tes kulit (Mantoux). TB Paru ini dapat disembuhkan jika penderitanya patuh mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter. Untuk mengatasi penyakit ini, penderita perlu minum beberapa jenis obat untuk waktu yang cukup lama (minimal 6 bulan).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Subang, dr. Maxi, mengatakan dari data yang ada, jumlah penderita TB Paru di Subang sebanyak 4.500. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.500 sudah ditangani

"Penderita TB Paru ini sekitar 4.500 orang, 2.500 orang sudah ditangani. Jadi ada 57% yang ditemukan, 20% terdeteksi tapi belum ada komunikasi, sisanya berobat di RS Swasta tapi tidak terlampir atau tercatat," kata dr. Maxi, SH, MH. Kes.

Dengan jumlah tersebut, jelas dr Maxi, Subang berada dalam kategori Lampu Kuning atau masih dalam batas biasa. Namun, jumlah tersebut akan berada di batas mengkhawatirkan jika sudah di atas angka 7.000 atau Lampu Merah.

"Untuk mendeteksi TB Paru ini kita ada ormas seperti LKNU (Lembaga Kesehatan NU), mereka turun ke lapangan. Dari sini bisa tercatat dan terarspikan data pasien ini," jelasnya

Ada tiga langkah yang dilakukan Dinkes dalam penanganan TB paru ini, advokasi atau peleacakan gejala TB Paru, penanganan pasien sampai sembuh dan pendataan pasien.

Lebih jauh, dr Maxi mengatakan, TB Paru ini menjadi salah satu penyakit yang masuk dalam standar pelayanan pemerintahan. Selain TB Paru, ada HIV.Aids dan Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ. Tiga kasus ini menjadi barometer poemerintah dalam penenangan kesehatan.

"Tiga penyakit ini menjadi standar pelayanan pemerintah di bidang kesehatan. Sehingga pemerintah serius dalam penanganannya," pungkas dr. Maxi


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Inilah 10 Kolam Renang untuk Rekreasi di Bandung https://t.co/4D3QrLbasc
Dinilai Piawai dan Apik, Sri Mulyani dan Luhut Jadi Menteri Jokowi Lagi https://t.co/Jf3kKpmbA4
Ini Dia Tempat Wisata Kekinian di Daerah Bandung https://t.co/YbRZvJ5h6g
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page