FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Tidak Hanya Demam, Gejala Awal Corona Juga Bisa Diketahui dari Batuk Seperti Ini



Kabar terbaru pasien positif corona di Indonesia dikabarkan bertambah 2 orang lagi. Sedangkan di seluruh dunia, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 100.000 orang.

Pemerintah mengumumkan kini total pasien positif corona di Indonesia pun menjadi 6 orang. Pasien ke-5 merupakan seorang pria berusia 55 tahun berdasarkan pemeriksaan lanjutan dari klaster Jakarta.

Sedangkan pasien 6 merupakan pria berusa 36 tahun, yang sebelumnya diketahui bekerja sebagai kru kapal pesiar Diamond Princess.

BACA JUGA:
Kondisi 4 Pasien Positif Virus Corona Makin Membaik
Geger Pasien Suspect Corona, Ini Kata Direktur RSUD Ciereng Subang
Langkah Jitu Pemkab Tangkal Virus Corona Masuk ke Subang


Demi menekan angka penularan virus Covid-19, masyarakat Indonesia pun diminta waspada dan tetap menjaga kebersihan.

Pasalnya gejala awal yang perlu diwaspadai dari virus corona ini sangat mirip dengan flu biasa pada umumnya.

Pasien bisa mengalami demam, batuk, dan bersin lantaran daya tahan tubuhnya turun.

Namun perbedaan mendasarnya bisa diketahui dari jenis batuk yang menyertai.

Pasalnya, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan sekitar dua pertiga (67,7 persen) pasien positif corona di dunia mengalami batuk.

Selain demam, mereka juga menunjukkan gelaja batuk, khususnya batuk kering.

Dr. Waleed Javaid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian infeksi di Mount Sinai Downtown, seperti dikutip dari New York Post, memaparkan jenis batuk kering yang jadi indikasi corona.

"Batuk kering adalah apa yang kami sebut batuk tidak produktif, karena tidak ada dahak yang muncul," kata Javaid.

Berbeda dengan batuk berdahak yang menghasilkan lendir atau menyebabkan gangguan pernapasan serius, batuk kering ditandai dengan tenggorokan yang gatal.

Kebanyakan orang mengira batuk berdahak adalah gejala batuk yang parah, padahal justru sebaliknya.

Javaid menjelaskan, batuk berdahak justru merupakan gejala awal yang lebih jinak.

Batuk berdahak umumnya menandakan adanya alergi dan disertai pilek.

Penyakit seperti Bronkitis dan Pneumonia juga sering disertai batuk berdahak, kata Javaid.

Sedangkan dalam kasus corona, hanya 33,4 persen pasien positif corona yang menderita batuk berdahak dan mengalami produksi lendir.

Javaid menerangkan, batuk kering malah akan membawa masalah lebih besar, apalagi bila disertai dengan demam terus menerus.

Gejala tambahan virus corona menurut WHO termasuk sesak napas (ditemukan pada 18,6 persen pasien), sakit tenggorokan (13,9 persen pasien) dan sakit kepala (13,6 persen).

Tetapi, kata Javaid, batuk kering tidak selalu berarti kita mengidap virus corona, melainkan dapat terjadi karena ratusan alasan berbeda.

Jika batuk berlangsung terus-menerus, memeriksakannya ke dokter adalah pilihan yang baik.

Sumber: Nakita | Foto: Freepix

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom

TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bikin Nasi Gurih Komplit untuk Sahur, Hanya Gunakan Rice Cooker https://t.co/DIS5NUlxVo
Wow!, Smartphone Lenovo Legion Duel 2 Hadir dengan Dua Kipas Pendingin https://t.co/hOm5zSamuL
65 Orang Warga Kampung Narkoba Berhasil Ditangkap, Punya Kode Jika Polisi Datang https://t.co/Qu1mhiwBHz
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter