8 Hal Tentang Virus yang Perlu Kamu Tahu



Sudah mulai stres dengerin hal-hal negatif terus baik di berita maupun di media sosial? Saya juga merasa begitu! Itu sebabnya, mulai hari ini, tim editorial FD akan rutin memberitakan hal-hal positif yang bisa kamu serap, supaya nggak bikin kamu makin stres dan kepikiran hal-hal negatif selama ada di rumah. Karena, bahkan di saat-saat pandemi seperti ini, masih banyak hal positif yang bisa kamu dapatkan juga kok! Seperti contohnya di artikel ini, saya akan membahas beberapa fakta tentang virus supaya kamu nggak harus separanoid itu dengan virus COVID-19. Jangan contoh mereka yang paranoid sampai harus menggunakan APD yang dikhususkan untuk dokter hanya untuk beraktivitas di luar ya!

BACA JUGA:
Berkah Corona, Masker Bikinan Santri Darul Falah Cisalak Subang Kebanjiran Pesanan
Sambut Pemudik, Pemkab Majalengka Bangun Posko Antisipasi Corona
Corona Hits, Harga Cabai Merah di Pasar Pabuaran Subang Naik Tajam


Informasi mengenai virus ini diperoleh dari dr. Moh. Indro Cahyono sebagai ahli virus, dan sudah dikonfirmasi oleh beberapa dokter. Berikut adalah beberapa penjelasan ilmiah mengenai virus, terutama COVID-19:

1. Virus (termasuk covid-19) adalah benda mati yang dapat hidup di media hidup

Dia tidak bisa hidup menempel apalagi memproduksi markas virusnya di benda-benda mati. Namun ada catatannya. Kalau ada orang yang sudah terinfeksi mengeluarkan droplet (cairan flu atau ludah),  kemudian mengenai baju, kain, atau meja, maka virus akan tetap hidup selama droplet itu belum mengering. Kalau baju dicuci atau setidak-tidaknya mengering sendiri karena pengaruh lingkungan, misalnya karena panas atau hembusan angin, maka virusnya akan mati. Begitupun di meja, kursi, lantai, karpet dan sejenisnya. Kalau sudah mengering, maka virusnya akan mati.

2. Virus tidak bisa hidup di udara (tidak airborne)

Baru-baru ini, keluar pernyataan dari WHO bahwa virus COVID-19 tidak bersifat airborne. Semua jenis virus berbentuk seperti butir-butir kristal saja, baik itu virus flu maupun COVID-19. Bagaimana dengan berjabat tangan? Walaupun tangan ini termasuk bagian hidup, tetapi selama dropletnya kering ataupun dibersihkan, maka virus pun akan mati. Karena virus hanya bisa masuk lewat tiga jalur yakni mata, hidung, dan mulut. Maka jika selesai berjabat tangan dianjurkan membasuhnya dengan antis, sabun, air panas, asing, atau cairan cuka/asam.

3. Virus tidak bisa hidup di air panas, air asing, cuka, atau cairan asam

Maka jika sudah terinfeksi segera konsumsi makanan yang mengandung vitamin E seperti brokoli dan kelor, serta vitamin C  seperti jeruk, mangga, dll. Minum vitamin C dan E sebagai tambahan suplemen makanan juga dianjurkan.

4. Belum ada laporan meninggal hanya akibat virus corona

Bagi mereka yang ketahanan tubuhnya kuat, tidak memiliki riwayat penyakit bawaan seperti paru, TB, hippertensi, asma, kanker, dan tumor, maka kemungkinan sembuhnya akan tinggi. Belum ada laporan meninggal ketika pasien hanya terkena virus korona. Biasanya yang meninggal terjadi akibat komplikasi maupun daya tahan tubuh yang lemah akibat sudah berumur.

5. Bagi anak-anak muda atau yang ketahanan tubuhnya kuat yang sudah dinyatakan positif cukup treatment (perlakuan) mandiri di rumah

Karena usia produktif antibodinya berproduksi 2-3 kali lipat dibandingkan dengan manula. Antibodi pada hari ke 4-5 akan keluar untuk menyerang virus untuk menekan rasa stres. Bagi yang sudah positif, cukup mengonsumsi vitamin, dan antibiotik. Jangan ke RS yang sudah ditentukan supaya khusus diperuntukan bagi mereka yang produksi antibodinya rendah.

6. Jangan stres dan panik

Karena jika stres dan panik maka antibodi akan lambat berproduksi. Dengan itu kita mudah terserang. Apalagi, stres memicu terjadinya psikosomatik (kondisi jiwa yang tersugesti) yang kemudian bisa membuat tubuh jadi lebih lemah.

 7. Virus yang dikatakan bertahan hidup di tempat basah lebih dari 9 jam itu hoaks

Pernyataan bahwa virus bisa bertahan selama 9 jam di panci, di kardus, di udara, di gagang pintu, di aluminium dan lainnya itu HOAKS. Sekali lagi virus tidak dapat hidup di benda-benda mati. Jika mencurigai adanya droplet di sana, maka bersihkan saja terlebih dahulu.

8. Mantan pasien positif atau yang sudah sembuh berpeluang kecil untuk terinfeksi kembali.

Asumsinya, di dalam tubuh kita ini ada yang namanya sel memori. Jika terinfeksi kembali, maka masa inkubasinya tidak akan selama waktu awal terifeksi, yaitu hanya 24 jam (1 hari). Karena sel memori tersebut akan menampilkan data bawah orang ini pernah terinfeksi. Sehingga kalaupun terinfeksi kembali, sehari kena besok atau paling lambat dua hari sudah sembuh lagi.

On the bright side, sejak munculnya pandemi korona ini orang jadi jauh lebih aware sama yang namanya menjaga kesehatan dan kebersihan. Serta, akhirnya kita sekarang tahu betapa bobroknya sistem kesehatan di dunia saat ini ya? Semoga setelah pandemi ini berakhir, kita tetap aware sama kesehatan dan kesehatan ya, guys! Jangan lupa juga makan makanan sehat untuk menjaga kesehatan tubuhmu!

Sumber: FemaleDaily | Foto: Ilustrasi

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-Mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Apakah Berhubungan Intim Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh? Ini Jawabannya https://t.co/OL9M7Yl6Dc
Catat! Ini Tiga Penyakit yang Sering Muncul Setelah Lebaran https://t.co/IqLghAkHo6
Viral! Polisi di Karawang Tolong Ibu Melahirkan di Pinggir Jalan dan Belikan Seperangkat Bayi https://t.co/H6WB2xY2jU
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter