FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Awas, Kelebihan Mengonsumsi Vitamin C dan E Justru Malah Berbahaya

Vitamin C dan vitamin E banyak disebut dalam upaya menangkal Covid-19. Meski mampu meningkatkan kekebalan tubuh, belum ada bukti manfaat terkait Covid-19. Kelebihan vitamin itu justru merugikan kesehatan.

Belakangan ini, di media sosial dan berbagai grup Whatsapp bertebaran anjuran untuk mengonsumsi vitamin C dan vitamin E untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Benarkah anjuran tersebut? Sejauh mana manfaat vitamin C dan vitamin E?

BACA JUGA:
Pisang Jabrig, Kreasi Makanan Unik yang Bikin Ketagihan
Minum Jus Jeruk dengan Kulitnya, Bisa Tangkal Corona Covid-19?
Bolehkah Makan Durian Saat Hamil?

Pada dasarnya, vitamin dan mineral merupakan zat gizi penting untuk melaksanakan berbagai proses dalam tubuh, seperti mengubah makanan menjadi energi, memperbaiki kerusakan sel dan jaringan, memperkuat kekebalan tubuh, menyembuhkan luka, serta melindungi massa tulang.

Vitamin C atau asam askorbat mulai dikenal sebagai peningkat kekebalan tubuh setelah pemenang Nobel Linus Pauling menulis dalam bukunya tahun 1970-an. Sejak saat itu, para ilmuwan melakukan berbagai penelitian terkait vitamin C.

Simin Nikbin Meydani dari Pusat Penelitian Nutrisi terkait Usia Lanjut, Departemen Pertanian Amerika Serikat, dalam buku Military Strategies for Sustainment of Nutrition and Immune Function in the Field (1999) menulis, penelitian epidemiologi yang dilakukan Britton dan kolega tahun 1995 menunjukkan bukti kuat manfaat vitamin C dan vitamin E pada fungsi paru.

Dari survei terhadap 2.633 orang berusia 18-70 tahun di Inggris, peneliti mendapatkan, makin tinggi asupan kedua vitamin itu, makin baik hasil pengukuran fungsi paru yang dilakukan dengan spirometer.

Tidak menangkal flu

Kajian tahun 2013 terhadap berbagai penelitian, yang dikutip Livescience, 10 Maret 2020, menunjukkan, suplemen vitamin C tidak mencegah flu. Penelitian terhadap orang-orang yang mendapat tekanan fisik berat, seperti pelari maraton, tentara yang dilatih di Kutub Utara, mendapatkan, sekitar setengah jumlah dari mereka yang mengonsumsi suplemen vitamin C terkena flu dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi suplemen. Namun, suplemen vitamin C yang dikonsumsi saat pilek dapat mengurangi durasi penyakit hingga 8 persen pada orang dewasa dan 14 persen pada anak-anak.

Para peneliti di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, China, melakukan uji klinis pada 140 pasien Covid-19, sejak Februari lalu, untuk menguji apakah vitamin C dosis sangat tinggi yang diberikan melalui pembuluh darah dapat mengobati infeksi virus. Kelompok uji menerima infus dua kali sehari selama tujuh hari, masing-masing infus mengandung 12 gram vitamin C (rekomendasi normal untuk pria dewasa 90 mg per hari). Uji coba akan selesai pada September mendatang. Saat ini belum diumumkan hasilnya.

Jadi, sejauh ini belum ada bukti bahwa suplemen vitamin C dapat membantu mencegah atau mengobati Covid-19.

Meskipun tidak menangkal flu, vitamin C tetap penting bagi kesehatan. Zat itu mengaktifkan sejumlah enzim kunci untuk membentuk hormon yang membantu melawan infeksi, serta membangun kolagen, protein dalam kulit dan jaringan ikat, untuk memulihkan cedera. Saat tubuh diserang kuman, Vitamin C membantu mengarahkan sel kekebalan tubuh, yakni neutrofil, ke tempat terjadinya infeksi dan membantu mengatasi radikal bebas yang merusak jaringan tubuh.

Menurut laman Lembaga Kesehatan Nasional (NIH) Amerika Serikat, tubuh tidak memproduksi ataupun menyimpan Vitamin C. Karena larut dalam air, kelebihan vitamin itu akan keluar bersama urine. Untuk memastikan kecukupan vitamin C, kita perlu mengonsumsi makanan yang kaya vitamin itu setiap hari.

Sumber: bebas.kompas.id | Foto: Ilustrasi/Pexels

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Jalan Berlubang di Pamanukan Subang Dipasangi Pagar Bambu https://t.co/rZrbQNb6S5
Takut Disuntik Vaksin, Anggota Polres Subang Keluar Keringat Dingin https://t.co/e0X13KdG6a
Atlit Karate Tradisional Majalengka Borong 7 Medali di Ajang Czech Open Karate Cup https://t.co/Y0Z1fUugwP
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter