FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Perlu Diketahui, Ini Dampak Virus Corona pada Tubuh

Indeks Artikel

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Pandemi virus corona telah merenggut nyawa lebih dari 1 juta orang dan menginfeksi lebih dari 33 juta orang di seluruh dunia. Infeksi virus jenis baru, SARS-CoV-2 ini telah memberi dampak yang luar biasa, terutama pada kesehatan masyarakat dunia.

Virus ini menginfeksi beragam orang dengan berbagai kondisi kesehatan yang menyertai. Akan tetapi, ternyata mereka yang dapat terinfeksi tidak hanya berlatar usia yang lebih tua, atau memiliki kondisi penyakit penyerta saja. Orang muda yang tampak sehat, tak selalu mendapatkan gejala yang ringan, tetapi juga bisa saja terinfeksi dengan sakit yang parah.

Virus corona baru melahirkan penyakit baru yang kini kita kenal sebagai Covid-19, dengan infeksi yang menyerang organ pernapasan serta organ-organ tubuh lainnya. Berbagai gejala yang tak biasa juga terus ditunjukkan infeksi virus yang pertama kali ditemukan di China itu.

Lantas, bagaimana dampak jangka panjang infeksi virus corona ini terhadap kesehatan?

BERITA LAINNYA:

KPK Tetapkan Mensos Tersangka Kasus Bansos Covid-19

Subang Kota Kontribusi Tertinggi Penambahan Kasus Positif Covid-19 Hari ini

Melonjak! Hari ini 54 Warga Kabupaten Subang Positif Covid-19

 

Melansir ABC News, ahli virologi di Universitas Queensland, Kirsty Short mengatakan virus ini masih baru, sehingga sulit untuk menghitung berapa banyak orang yang tertular Covid-19 akan menghadapi dampak kesehatan jangka menengah atau jangka panjang. "(Efek pada kesehatan) ini pasti terjadi, hanya saja kita tidak mengetahui seberapa umum itu terjadi," kata Dr Kirsty.

Pada Juli lalu, sejumlah peneliti di Italia menemukan hampir 90 persen pasien dengan infeksi Covid-19 akut masih mengalami gejala selama dua bulan setelah sembuh. Sementara di Amerika Serikat dan Inggris, sebuah studi dilakukan dengan mengamati lebih banyak orang yang terkena Covid-19.

Hasilnya, studi ini menunjukkan ada sekitar 10 persen hingga 15 persen pasien tetap memiliki gejala Covid-19. Orang tanpa gejala atau yang memiliki gejal aringan juga dapat menghadapi risiko penyakit lain yang berkepanjangan.

Kerusakan organ tubuh akibat Covid-19 Kendati virus corona, SARS-CoV-2 dianggap sebagai virus pernapasan yang menyerang organ paru, namun ternyata kerusakan yang diakibatkan dapat memengaruhi organ lainnya. Virus yang menginfeksi sel tubuh terkait dengan reseptor ACE2 yang juga banyak ditemukan di saluran pernapasan, jantung, pembuluh darah, ginjal, hati dan saluran pencernaan.

Para peneliti menduga, tingginya peradangan dalam tubuh disebabkan sistem kekebalan tubuh yang mencoba melawan virus, sehingga mengakibatkan berbagai kerusakan organ tubuh. "Ini hampir pasti merupakan respons kekebalan, karena kami melihat gejala pada pasien yang dites negatif terhadap virus," imbuh Dr Kirsty.

Ilmuwan Jelaskan Covid-19 dapat merusak banyak organ dalam tubuh, di antaranya sebagai berikut.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bupati Majalengka Lantik 74 Pegawai P3K Penyuluh Pertanian https://t.co/i86iEr8Xk7
Tiga Polsek dan Kasat Narkoba Polres Subang Dimutasi https://t.co/KsoetVFkGA
Tingkatkan Wisatawan, Disparbud Majalengka Gandeng Biro Perjalanan https://t.co/eo01OurECs
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter