FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Hindari Missinformasi, Inilah Tahapan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Subang


SUBANG, TINTAHIJAU.com - Program vaksinasi Covid-19 yang dicanangkan pemerintah Republik Indonesia akan mulai digulirkan bulan Januari 2021 ini, rencananya proses distribusi akan dimulai secara serentak pada tanggal 14 Januari 2021 nanti.

Kendati demikian, kegiatan vaksinasi Covid-19 itu akan dilakukan secara bertahap, dengan melibatkan puluhan Puskesmas dan Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Subang

Anggota Staf Ahli Satgas Covid-19 Kab Subang, dr. Achmad Nasuhi untuk mensukseskan Vaksinasi Covid-19 ini, perlu adanya sinergitas seluruh OPD yang ada di Kabupaten Subang, intansi terkait dan masyarakat.

BACA JUGA: Jabar Butuh 67 Juta Dosis Vaksin Covid-19 untuk 33,5 Juta Penduduk

Dalam program vaksinasi ini, jelas Achmad, sejumlah skenario disiapkan. Setidaknya ada tiga tahapan dalam program vaksinasi ini.

Ketiga tahapan itu adalah pertama pra-pemberian vaksinasi. Tim akan memeriksa riwayat kesehatan calon penerima vaksin sebelum vaksin Covid-19 itu diberikan.

Tahapan kedua adalah saat dilakukan vaksin, dipastikan kondisi tubuh dan kesehatan calon penerima vaksin dalam keadaan baik dan sehat.

Tahapan ketiga ialah pasca pemberian vaksin, "idealnya setelah vaksin diberikan si penerima jangan dulu meninggalkan puskesmas antara 15 - 30 menit, hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Achmad

Pada tahap ketiga ini, diperlukan pemahaman masyarakat terkait reaksi tubuh yang muncul setelah vaksin diberikan. Kadang masyarakat menilai reaksi tubuh yang timbul sering dianggap sebagai hal negatif seperti salah obat, keracunan dan lain sebaginya

"Reaksi tubuh yang timbul itu justru merupakan indikasi positif dimana tubuh tengah membentuk anti-body, reaksi tubuh yang timbul itu memang bisa bermacam-macam, mulai dari pegal, gatal atau pusing, tapi semua itu normal" ungkapnya.

BACA JUGA: Inilah Data Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Jawa Barat

Lebih jauh, Achmad menjelaskan, pemberian vaksin Covid-19 ini akan diberikan kepada usia di atas 18 tahun, penerima vaksin juga bukan pasien yang sedang menjalani pengobatan penyakit kanker.

"Orang yang sedang menjalani pengobatan penyakit kanker tidak bisa menggunakan vaksin Covid-19 karena obat anti-kanker akan menekan pembentukan sel anti-body, selain itu orang yang menderita darah tinggi berat, serta orang yang memiliki penyakit jantung," terangnya

Skenario pemberian vaksin Covid-19 ini akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan terlebih dahulu sebelum nantinya diberikan kepada masyarakat umum secara luas, ini karena posisinya sebagai garda terdepan melawan Covid-19 menjadi alasan utama tenaga kesehatan membutuhkan perlindungan lebih dulu.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Atlit Karate Tradisional Majalengka Borong 7 Medali di Ajang Czech Open Karate Cup https://t.co/Y0Z1fUugwP
Disduk Capil Subang Fasilitasi Penggantian KTP dan KK Korban Banjir Pantura https://t.co/CFPU52IZws
Gelar Pilkades Serentak, Pemkab Majalengka Siapkan Rp9,8 Miliar https://t.co/hyi1cGkJ7U
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter