FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Wawan Irawan, Sosok di Balik Layar Bupati Subang

Pribadinya pendiam, namun geraknya gesit. Begitu juga tangannya, dua handphone selalu ia tenteng. Sesekali ia terlihat sedang menerima telpon, mimik wajahnya tampak serius. Tak beberapa lama ia langsung melesat entah kemana.

Demikian kesan yang ditangkap dari sosok Wawan Irawan, ajudan Bupati Subang, saat di lokasi salah satu acara yang dihadiri "tuannya" tersebut. Di waktu senggangnya, Wawan yang sudah empat tahun menjadi ajudan Wakil Bupati dan Bupati Ojang Sohandi bercerita pengalaman selama menjadi sosok di balik orang nomor satu di Kabupaten Subang tersebut.

"Kalau dibilang capek, ya capek karena kita stay dari jam 06.00 dan baru pulang malam malah sampe pagi. Tapi enaknya banyak, kita bisa ketemu dengan banyak orang, jadi ga bikin jenuh," kata Wawan memulai obrolan dengan TINTAHIJAU.com.

Wawan menempuh pendidikan terakhir di STPDN ia luus pada tahun 2009. Di Pemkab, suami dari Widia Purwaningrum dan ayah dari Aqila Widiandana Irawan itu memulai karirnya dengan bertugas menjadi staf di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Subang.

Setelah mengabdi sekitar dua tahun, lalu pada tahun 2011 dirinya memulai karir baru yakni menjadi ajudan Wakil Bupati Subang, H. Ojang Sohandi yang saat itu Ojang menjabat wakil bupati. Saat Ojang menjadi Bupati, posisi Wawan naik sebagai Ajudan Bupati hingga saat ini.

Posisi menjadi orang di balik layar Bupati, diakui Wawan, bukan posisi yang ia bayangkan sebelumnya. Namun sebagai abdi negara, ia harus siap menjalankan tugas, termasuk sebagai ajudan. "Dulunya saya tidak menyangka akan menjadi ajudan Bupati, karena setelah lulus dari STPDN saya bertugas di BKD Subang," kata Wawan Irawan.

 

Selama menjadi ajudan, pria kelahiran Subang 4 Oktober 1986 itu memiliki tugas menyiapkan agenda dan menamdpingi kegiatan Bupati. "Kalau ada acara atau kunjungan ke daerah, saya harus selalu standby, untuk menyiapkan kebutuhan bapak. Makanya handphone ini harus selalu on," jelasnya.

 

Empat tahun menjadi ajudan, kedekatan Wawan dengan Ojang Sohandi seperti layaknya abang dan adek. Kerap keduanya sharing hal-hal yang sifatnya pribadi, seperti keluarga, atau aktivitas di luar kerjaan. "Bapak memposisikan saya bukan sebagai ajudan, tapi adek. Kalau di mobil, bapak suka nanya soal keluarga saya," katanya.

 

Kerja yang menyita banyak waktu, tidak membuat dirinya cengeng. Ia selalu menikmati setiap tugas menjadi bagian warna perjalanan hidupnya. Kendati demikan, sebagai ayah dari putri semata wayangnya, kegalauan kerap menghampirinya. Galau datang, saat kangen terhadap putri kesayangannya itu.

 

Beruntung, baik anak dan istrinya, memahami dan menerima konsekwensi pola kerja suaminya itu. Sehingga, tidak membuat Wawan terbebani saat menjalankan tugas sebagai ajudan Bupati.

"Kalau lagi kangen sama anak, saya telpon. Alhamdulillah anak dan istri memahami kerja saya, jadi ga banyak komplen karena saya lebih banyak di luar. Waktu awal-awal iya suka komplen, tapi saya fahami itu," paparnya

Menjadi ajudan bukan berarti sepekan full harus mendampingi bupati. Seperti pegawai Pemkab lainnya, hari libur Wawan hari Sabtu-Minggu. Namun begitu, kadang di hari libur ia tetep menjalankan tugas untuk mendampingi bapak.

"Saat libur saya harus betul-betul menikmati kumpul keluarga. Meskipun kadang-kadang pas libur, kalau bapak telpon saya harus tugas lagi," pungkasnya. [Annas Nashrullah | @JejakAnnas]

Follow twitter @tintahijaucom

 

 

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Polres Subang Bubarkan Kerumuman Warga yang Asik Bermalam Minggu https://t.co/d1nhry7EJH
Bersama Cabup Lepi, Maman Imanulhaq Ajak Milenial Majukan Pariwisata Cianjur https://t.co/9rSzSYGIpt
Update Covid-19 Majalengka: Tambah 24 Orang Sembuh 9 Orang dan Meninggal 6 Orang https://t.co/sIzXoTPAly
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter