FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Mengintip 37 Tahun Kiprah Iptu H. Omon ABDR di Polres Subang

TINJAU SUBANG- Siapa yang tidak kenal dengan sosok H. Omon ABDR. Suara yang keras, badan besar dan gaya bicara ceplas-ceplos adalah ciri yang melekat pada diri Kepala Unit (Kanit) Kecelakaan (Laka) Polres Subang itu.

Dari ribuan Polisi yang ada di Subang, nama H. Omon, bisa jadi, berada di peringkat teratas di antara anggota Polisi lainnya, yang dikenal masyarakat. Bukan saja karena sudah 37 tahun jadi polisi, namun sikap supel dan mengayomi yang membuat masyarakat mengenalnya.

Saat ditemui di Ruang Lantas Polres Subang, H. Omon yang mendampingi Kasat Lantas AKP S Ridwan, sedang asik berbincang dengan Ketua PWI Dadang Hidayat. Suara khasnya yang menggelegar, terdengar jelas. Begitu juga, gayanya yang ceplas-ceplos mengundang tawa lawan bicaranya.

"Suara besar itu khas saya. Saya tidak bisa merubah dan menghilangkan. Pernah satu waktu saya diam saja, orang-orang malah aneh dan takut," kata H. Omon dengan ketawa.

Gaya khasnya itu sudah melekat di diri perwira polisi dengan pangkat terakhir IPTU. Ayah dari Rudi Abdurahman dan Yuni AB Setiatin itu berseragam Polisi sejak 1978 lalu. Sejak pertama kali menjadi anggota Polri sampai saat ini, suami Hj E Setia Mulyatin bertugas di wilayah hukum Subang.

Meskipun keluarga besarnya adalah Polisi, namun tidak membuat H. Omon ambil jalan pintas. Sebaliknya, ia menjalaninya dari mulai titik nol. Sebelum bertugas di Polres, H. Omon sudah mencicipi di sektor Jalancagak dan Subang Kota.

"Selama tugas, saya sudah bertugas di Sabhara, Provost, PJR Polda, dan sekarang Kanit Laka," katanya.

Sebagai orang nomor satu di unit laka, H. Omon harus bertugas ekstra. Tidak hanya pada siang hari, saat malam haripun dia harus tetap siaga dan on call.

"Harus on call, karena kecelakaan tidak bisa diprediksi kapan waktunya. Saya harus gerak cepay kalau ada kecelakaan. Jujur ya, saya suka kasihan, tidak tega melihat korban kecelakaan yang terjepit sampai berjam-jam," tuturnya.

Selain nada bicara yang khas, keunikan anggota Polri yang menetap di Kampung Palasari, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe itu ada pada namanya, Omon ABDR. Banyak orang yang mengenal namanya, namun tidak banyak yang tahu kepanjangan dari ABDR.

Saat ditanya kepanjangan dari ABDR, H. Omon enggan menjawab langsung. Sebaliknya, dengan gayanya yang khas dia justru mengajak tebak-tebakkan. Iapun menyiapkan hadiah, bagi yang menjawab benar. Setelah satu hurup demi satu hurup ditebak, H. Omon akhirnya menjelaskan arti dari ABDR itu. "ABDR itu, Arief, Bijaksana, Dermawan dan Rajin," katanya.

Makna ABDR bukan hanya isapan jempol. Bagi H. Omon, itu menjadi motivasi juga pegangan dirinya dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Komitmen itu yang membuat H. Omon berusaha keras untuk mengimplementasikan makna ABDR dalam setiap aktivitasnya.

Dalam pergaulan sehari-hari, H. Omon adalah pribadi supel yang mudah bergaul. Iapun tidak memandang latar belakang orang yang diajak bicara. Baginya, semua adalah saudara dan sahabat. Pemahaman itulah yang membuat H. Omon bersikap arief dan bijaksana dengan siapapun. Bahkan, tidak jarang ia berbagi rizki dan kebahagiaan dengan siapapun.

"Sebisa mungkin kita harus memberi manfaat kepada orang lain, ini prinsip saya," terangnya.

Kehidupan yang dijalaninya itu, sudah cukup membuat H. Omon bahagia. Secara bersamaan, ia menjalankan tugas sebagai anggota Polri dan menjalankan sebagai pribadi sosial yang harus saling membantu dan tolong menolong.

Kendati begitu, H. Omon mengaku ada satu yang paling dia beni dan sedih. "Saya paling benci sekaligus sedih kalau lihat pemotor ga pake helm. Pertama, saya pasti harus menilang dia karena melakukan pelanggaran berlalu lintas. Kedua kalau terjadi kecelakaan ini bisa bahaya buat dia, dampaknya bisa fatal," jelasnya.

Seperti halnya yang lain, H. Omon memiliki filosofis sebagai pegangan hidupnya. Dengan nada berat, dan raut wajah tampak serius, H. Omon membeberkan tujuan ideal hidupnya.

"Saya ingin melayani masyarakat dengan tulus dan ikhlas, saya ingin lebih banyak berbakti ke masyarakat. Tapi enggak enakanya, kita sudah berbuat tapi masih dicaci dan dihujat orang. Tapi, tidak apa, ini resiko, yang jelas saya tidak akan berhenti berbuat untuk masyarakat yang saya cintai," pungkas H. Omon yang pada Januari 2017 masuk masa pensiun.

Kiprah H. Omon ini diakui oleh atasannya, Kasat Lantas AKP S Ridwan. Ia menyebutkan, meskipun secara organisasi adalah bawahannya, namun sosok H. Omon adalah sosok orang tua yang patut dihormati dan diteladani.

"Pak H. Omon adalah figur seorang bapak, dan yang dituakan. Karena beliau sudah merasakan dan mengalami pahit manisnya tugas di lapangan, beliau sudah 37 tahun mengabdi di sini," kata AKP Ridwan.

Gaya hidup H. Omon, kata Kasat Lantas, patut ditiru oleh anggota kepolisian lain. Dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan friendly itu menjadikan insitusi Polisi tidak berjarak dengan masyarakat.

"Dengan gaya beliau yang menyesuaikan dengan kearifan lokal dan khasnya, bisa merubah image masyarakat terhadap insitusi kepolisian. Beliau bisa masuk dengan siapapun, dan masyarakat tidak merasa segan saat bersama beliau," jelasnya.

Tidak hanya atasan H. Omon yang mengakui sepak terjangnya, sejumlah koleganya mengakui hal yang sama. Ketua PWI Subang, Dadang Hidayat mengatakan, sosok H. Omon yang supel itu, bisa bergaul dan diterima di semua lapisan, termasuk wartawan dan LSM atau lainnya.

"H. Omon, satu-satunya anggota Polisi dengan pergaulannya luas. Beliau sosok yang sangat luar biasa. Bayangkan, dia mau datang menghadiri hajatan, padahal lokasinya di pelosok, medan jalannya luar biasa, dan yang punya hajatan itu bukan atasannya atau pejabat, tapi orang biasa dan dia hadir. Ini kenapa Pak H. Omon banyak disukai dicintai masyrakat," tutur Dadang. [annas nashrullah l @JejakAnnas]

 

follow twitter @tintahijaucom l FB: Berita Tintahijau

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Sambangi Tempat Karaoke, Polres Majalengka Test Urine Pengunjung https://t.co/y6wV6tFz7h
Positif Covid-19 di Subang Kembali Bertambah, 13 Warga Diisolasi https://t.co/9d0lYOuUhv
Jokowi: Saya Ingin Guru P3K Memiliki Gaji dan Tunjangan Setara PNS https://t.co/sndum7URHT
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter