FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Gita E Puspita, Perawat Cantik yang jadi Relawan Tagana Subang

Dari 80 relawan Tanggap Siaga Bencana (Tagana) Subang, satu diantaranya adalah Gita Egi Puspita Gandari. Selain di Tagana, aktivitas sehari-hari dara manis kelahiran 1993 itu perawat di rumah sakit.

Menjadi Relawan Tagana harus siap bekerja kapan dan dimana saja. Salah satu tugas relawan Tagana adalah melakukan evakuasi korban bencana alam. Wajar jika Tagana ini identik dengan kaum pria. Namun begitu, tidak menghambat keinginan Gita Egi untuk bergabung di dalamnya.

Gabungnya di Tagana, Gita bukan untuk sekedar jadi pelengkap. Ia menyimpan cita-cita mulia dan misi kemanusiaan. "Aku gabung dengan Tagana tahun 2015. Alasan aku, pengen membantu sesama, ingin hidup bermanfaat bagi orang lain," kata Gita kepada TINTAHIJAU.com baru-baru ini.

Posisi alumni SMK Bhakti Kencana Subang itu di Tagana termasuk yang vital. Gita berada di barisan tim logistik yang menggawangi dapur umum mobile. Dari atas kendaraan Dapur Umum, Gita menyiapkan makanan bagi warga yang terkena bencana alam atau bencana sosial.

"Seperti waktu kedatangan puluhan eks Gafatar. Selama tiga hari aku masak makanan buat mereka," kata putra pertama dari tiga saudara pasangan Euis Nurhayati-Wawan Sutarya (alm).

Meskipun posisinya di Dapur Umum, namun kemampuan Gita di bidang farmasi tidak ia tinggalkan. Dara manis yang sehari-hari sebagai perawat di RS Mutiara Hati itu kerap dilibatkan dalam penanganan secara medis.

Meskipun tidak mendapat honor, namun mahasiswi semester awal di Politkenik Ganesha Bandung itu mengaku bangga bisa gabung dengan tim Tagana. Bahkan alih-alih honor yang diterima, saat terjadi bencana, ia harus rela berada di lokasi bencana sampai kondisi normal.

"Kerja di Tagana itu tidak bisa ditebak. Kadang santai kadang sibuknya luar biasa. Kalau sudah ada bencana, dan kita ke lokasi, mau tidak mau harus standby di lokasi. Tapi aku tetap senang dan bangga. Di sinilah aku bisa bantu orang lain," paparnya.

Soal cita-cita, Gita juga memilih profesi yang tidak murni mencari materi atau masih ada sisi sosial membantu orang lain. Ia memimpikan menjadi seorang yang bergelut di bidang farmasi. Di bidang ini, kata Gita, tidak semata-mata mencari keuntungan, tapi ada sisi kemanusiaan, membantu orang lain.

"Aku suka dengan kegiatan sosial, sebisa mungkin bisa bantu orang. Di Tagana aku tidak ada honor, tapi aku sudah kerja, soal cukup ga cukup, buat aku itu relatif. Intinya kerja sudah, sekarang bagaimana aku bisa berbakti untuk orang lain, untuk tanah kelahiran," terang Gita mengakhiri pembicaraan. [Annas Nashrullah | @JejakAnnas]


TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Penampakan Menakjubkan, Foto Matahari Terbit dari 'Bagian Bawah' Planet Bumi https://t.co/UJN8PcnZn1
Tekan Laju Penyebaran Covid-19, Majalengka Tiadakan Panggung Hiburan HUT RI https://t.co/LUC1N6naHt
Netizen Sorot Kegiatan Camping Ground Pejabat Subang https://t.co/VKOlWonbwy
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter