FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Golden Racing School Subang Cetak Pembalap Kelas Dunia

TINJAU SUBANG-Prestasi yang dicetak anak muda Subang terus bermunculan. Salah satunya di bidang otomotif atau balap motor. Sudah banyak prestasi ditoreh pembalap dari Subang, baik kelas Nasional maupun kelas Dunia.

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, jika nama Andi Farid Gilang, Adita Pangestu, M Febriansyah, Yasin Soma binaan Golden Racing School, Subang itu muncul dalam deretan nama peserta balap motor bersama pembalap lainnya di Asia.

Khusus untuk Andi Gilang, pada 2015 lalu, berhasil mengibarkan bendera Merah Putih dari podium tertinggi seri kedua di Sirkuit Losail, Qatar. Andi Gilang menjalani tes pramusim CEV Moto3 Junior World Championship pada akhir Februari lalu di Barcelona, Spanyol.

Di balik keberhasilan Andi Gilang dan kawan-kawan, tidak lepas dari tangan dingin Pepen Purnama. Di bawah pembinaan Golden Racing School, Subang yang digawang Pepen, prestasi Andi Gilang terus meningkat.

"Andi Gilang ini awalnya pembalap liar. Kita bina, didik, dari dia usia 11 tahun. Tidak hanya Andi, anak-anak yang gabung di sini, kebanyakan dari balapan liar, kita arahkan" kata Pepen Purnama

Tidak hanya Andi, ada sejumlah nama lainnya, yang biasa bermain di tingkat Asia seperti Adita Pangestu, M Febriansyah, dan Yasin Soma. Sementara untuk tingkat Nasional ada Wahyu Sanjaya, Roni, Fadli Taupik, Yoga Dio, Ari Salman Maliki dan nama lainnya.

"Sekarang yang sekarang kita bina ada tujuh anak, usia mereka 9-10 tahun. Mereka ada yang dari Kalimantan Utara, Bali, Papua, Purwokerto, Tasikmalaya, Jakarta dan Sulawesi," jelas Komisaris Utama Golden Racing School itu.

Pepen memaparkan, para calon pembalap profesional itu mendapat bimbingan dan pembinaan seputar balapan motor, baik teori maupun praktek. Anak-anak ini dilatih skill, pembentukan fisik, seperti komposisi kaki, tangan, cara bertindak dengan tepat.

Atas prestasi yang ditorehnya, Pepen yang semula menggeluti bisnis otomotif, dari bengkel motor sampai pedagang helm itu, kini dipercaya dalam tim pabrikan Astra Honda Racing yang bertugas menyiapkan bibit pembalap handal.

Kendati demikian, sebagai warga yang lahir dan dibesarkan di Subang, Pepen berusaha keras dan memprioritaskan anak-anak Subang mampu tampil dan menoreh prestasi di dunia balapan motor tersebut.

"Saya orang Subang, saya ingin cetak anak-anak Subang ini berprestasi di dunia otomotif. Dan nyatanya, di kita ini banyak bibit bagus, mereka tinggal dibimbing," kata pria berusia 40 tahun tersebut.

Pepern menceritakan awal mula dia terjun di dunia pembinaan pembalap ini. Menurutnya, semula dia membina pembalap untuk event balapan, secara proesional. Namun bukan Pepen kalau tidak menangkap peluang dari balapan tersebut.

"Saya lihat ke depan, ini sangat potensial. Saya melihat ada celah, saya harus menyiapkan para penbalap ini. Di satu sisi, supaya mereka tidak balap-balapan liar. Di motor itu banyak event-event profesional, apakah kejurda, atau event yang dilakukan IMI," paparnya.

Upayanyapun saat ini bisa dibilang berhasil. Belasan bahkan puluhan pembalap lahir dari Golden Racing School yang berada di daerah Pasirkareumbi, Subang itu.

"Kalau untuk anak-anak Subang kita gratis, gue orang Subang lah. Ini kesempatan saya untuk kontribusi ke Subang. Saya harus sampaikan, inspirasi saya dari Mang Eep (Eep Hidayat dan Bang Ara (Maruar Sirait), saat itu bicara menggali potensi anak muda," pungkasnya. [Annas Nashrullah | @JejakAnnas]



Follow twitter @tintahijaucom l FB: Berita Tintahijau

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Polres Subang Bubarkan Kerumuman Warga yang Asik Bermalam Minggu https://t.co/d1nhry7EJH
Bersama Cabup Lepi, Maman Imanulhaq Ajak Milenial Majukan Pariwisata Cianjur https://t.co/9rSzSYGIpt
Update Covid-19 Majalengka: Tambah 24 Orang Sembuh 9 Orang dan Meninggal 6 Orang https://t.co/sIzXoTPAly
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter