FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Menengok Keberhasilan Subang di Bawah Kepemimpinan TNI

Di awal berdirinya, tahun 1968, Kabupaten Subang dipimpin seorang militer, Kolonel TNI AD (Purn.) RH Atju Syamsuddin. Ia secara akalamasi diangkat menjadi Bupati Kepala Daerah Kabupaten Purwakarta di Subang.

Dari catatan Wikipedia, Atju dilantik pada tanggal 25 Januari 1967. Namun setelah dikeluarkannya UU. No. 4 Tahun 1968 yang membagi Kabupaten Purwakarta menjadi dua, yaitu Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang. R. Atju Syamsudin otomatis menjadi Bupati Kepala Daerah Kabupaten Subang pertama pada Masa Orde Baru.

Saksi sejarah, Aming Tasmin (66) warga Panglejar 4 Kelurahan Karanganyar, Subang mengatakan di bawah kepemimpinan Atju, Subang menoreh sejarah emas. Sebagai kepala daerah pertama, Atju menanamkan semangat kekompakan dan gotong royong antara pemerintah dan rakyat.  
Dalam menjalankan roda pemerintahannya, Atju menggandeng koleganya Otje Djundjunan yang saat itu menjabat Komandan Distrik Militer 0605 Subang. Seperti tak terpisahkan, kedua tokoh itu selalu kompak dalam menjalankan program pembangunan.

"Tarum timur itu karya beliau. Karena beliau dari TNI, beliau mengerahkan anggota TNI yang saat itu Dandimnya Otje Djundunan. Pak Atju ikut turun langsung. Sehingga warga dan petani ikut turun. Beliau tidak memerintah tapi memberi contoh," kata Aming.

Aming menyebutkan, pada saat itu areal pertanian hanya mengandalkan  tadah hujan. Setelah ada tarum timur, petani bisa tanam dua kali. "Beliau menerapkan sistem tumpang sari, jadi bisa panen padi dan sayuran atau palawija," jelas pria yang kini aktip di Organda Subang.

Selain Tarum Timur, jasa Atju di bidang pertanian adalah pengembangan Shanghyang Seri di Sukamandi, Kecamatan Ciasem. Pada saat itu, kata Atju, Shang Hyangseri sudah ada, namun pengembangannya ditangani Bupati Atju.

Di luar bidang pertanian, Atju juga menekan di bidang perkebunan dan penghijauan. Aming pada saat itu duduk di tingkat SMK Pertanian, menyebutkan seluruh tanah di Subang dikuasai pemerintah untuk diberikan sepenuhnya kepada rakyat.

"Beliau kuasai tanah biar tidak diambil ama penjajah. Tanah itu kemudian diberikan ke warga untuk ditanami palawija, hasilnya untuk warga. Buat beliau, jangan ada tanah kosong yang tidak dimanfaatkan," tandasnya.

Peninggalan Bupati Atju yang manfaatnya dirasakan sampai saat ini adalah adanya Cadika dan bumi perkemahan Ranggawulung. "Saya bersama-sama teman-teman SMK pertanian waktu itu ikut terlibat, tanam pohon di sisi jalan dan sungai," jelasnya.

"Di jaman Pak Atju, sholat Iedul Fitri pertama kali dilakukan di lapangan Dwikora (sekarang lapangan alun-alun). Sebelumnya ga boleh sholat di situ. Dan di jaman beliau, MTQ tingkat Nasional diadain di Subang. Nah makanya Masjid Agung itu dinamakan Musabaqah, karena dijadikan Musabaqah seluruh Indonesia," paparnya.

Berbeda dengan Aming, Ery Suheri warga Panglejar 4 Subang memiliki kesan sendiri terhadap kepemimpinan TNI di Subang. Menurutnya pada era Atju Syamsudin, pramuka Subang disegani di Jabar.

Ery, yang waktu itu berada di kepengurusan Dewan Kerja Ranting (DKR) Subang, pramuka hadir di hingga tingkat desa. Tidak saja kegiatan bekala, Pramuk saat itu terlibat langsung dalam pembangunan daerah.

"Pramuka dulu mah membuat irigasi. Semuanya kompak, termasuk TNI. Waktu jaman itu, Pramuka Subang disegani. Pak Bupati kan senang dengan Pramuka, beliau turun melatih dengan TNI," jelasnya.

Sisingaan, kata Ery, seni sisingaan, beluk, gembyung, jaipongan dan lainnya dikenalkan era Bupati Atju melalui gerakan pramuka. Kesenian itu jadi andalan Pramuka saat menunjukan kreasi.

Melihat keberhasilan Subang era Atju Samsudin dengan sikap tegas dalam mengambil sikap dan adil bertindak serta semangat gotong royong, Aming menyebutkan untuk memajukan Subang di era kekinian, keberadaan sosok pemimpin dari satuan TNI dibutuhkan.

"Untuk penataan dan memajukan daerah, saya kira tidak ada salahnya jika ke depan dipimpin dari figur TNI. Sikap disiplin, tegas dan wibawa harus dimiliki seorang pemimpin daerah. Kita butuh sosok dan kepemimpinan seperti Pak Atju hadir kembali untuk memimpin," tandasnya.

Suara lirih terdengar dari putra seandainya RH Atju Syamsudin, Deni Rangga. Dalam status socmed yang memposting foto ayahandanya, ia menuliskan caption: "Seandainya Ayahkandung saya, ; Alm. Kolonel TNI AD (Purn.) RHA Syamsuddin ; Bupati Subang Ke 1 & Ke 2 + Purwakarta IV masih hidup, Beliau akan menangis ketika melihat 2 penerus kepemimpinannya di Kabupaten Subang secara berturut-turut tersandung masalah, Semoga Bupati Subang kedepan dan seterusnya bisa mengemban amanah rakyat dengan jujur, ikhlas, baik dan benar, Aamiin YRA," tulisnya.

 

foto: Bupati Subang pertama Subang, , Kolonel TNI AD (Purn.) RH Atju Syamsuddin (sumber: FB Deni Rangga)

follow twitter @TINTAHIJAUcom l FB: Berita Tintahijau


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Warga Subang Manfaatkan Batok Kelapa jadi Karya Bernilai Rupiah https://t.co/PG8CipfW22
Kenapa Gempa di Rangkasbitung Getarannya Naik Turun? Ini Penjelasannya https://t.co/9LLdvXunyd
Kementan Fokus Kawal Gerdal Wilayah Endemis Tikus di Subang https://t.co/j5W8GTQYh7
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter