FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

     

     

     

Anim, Manfaatkan Pekarangan Rumah jadi Nilai Rupiah

Berani bertindak di luar kebiasannya, membuat Anim (55), petani asal Ciater, Subang, mampu mencetak rupiah dari pekarangan rumahnya yang terbatas. Anim yang semula tidak memiliki pendapatan tetap, kini ia tinggal menentuan berapa uang yang ingin didapat dalam setiap bulannya dari pekarangannya.

Sejak muda, hidup Anim warga RT 13/06 Kampung Cilimus Desa Cisaat, Ciater itu dihabiskan antara rumah dengan sawah. Ironisnya, dia bukan sebagai pemilik sawah, tapi hanya sebagai buruh tani. Namun semangat untuk menghidupi keluarganya, Anim tetap bertahan.

BACA JUGA:

Novan Husein Berambisi Cetak Pengusaha Muda Subang
Syifa Bubun, Mahasiswi Univ Subang Merambah Film Layar Lebar
Brian Kamoed, Petani Hidroponik asal Subang dengan Omzet Ratusan Juta


Rutinitas Anim sebagai petani desa, ternyata tidak selamanya membuat dia bahagia. Maklum saja, pengorbanan yang ia perjuangkan itu tidak sebanding lurus dengan pendapatannya.

Di tengah kegelisahan itu, dalam satu waktu Anim bertemu dengan Tim Masyarakat Ternak Nasional (MTN). Dari sinilah, Anim berinovasi. Pada februari awal tahun ini ia mulai menggarap dan memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk mencetaj rupiah.

Anim memanfaatkan lahan pekarangannya itu untuk perkebunan bawang. Namun berbeda dengan lainnya, dengan lahan terbatas, bawang tersebut ditanam dalam sebuah pelastik yang berisi tanah dan konfos. Tanaman bawang itu diletakkan dalam sebuah pagar mengelilingi pekarangan rumahnya.

Hasilnya, selain mendapatkan rupiah dari penjualan hasil panen, pekarangan Anim sedap dipandang mata. "Lahan di rumah ini, saya manfaatkan untuk menanam bawang. Alhamdulillah, hasilnya bagus. Dari daun bawang saya bisa dapat Rp450 ribu perbulan," kata Anim.

Melihat hasil yang didapatinya, Anim berfikir, dengan lahan terbatas yang dimilikinya itu bisa dimanfaatkan untuk aneka tanaman sayuran. Dengan begitu, pendapatannya akan berlipat.

Yanta, salah seorang pegiat MTN menyatakan, lahan sempit bukan untuk didiamkan atau tidak dimanfaarkan. Keberadaan lahan, jika dioptimalkan manfaatnya akan memberi manfaat bagi pemiliknya.

"MTN mengajak masyarakat untuk mensyukuri lahan yang dimiliki dengan mengoptimalkannya, melalui komoditas yang dapat dibudidayakan di lahan sempit. Salah satunya, seperti Pak Anim ini dengan bawang daun," katanya.

Selain di bidang perkebunan, jelas Yanta, pihaknya juga menggarap di bidang lainnya, seperti telur ayam kampung, bakalan domba, sapi qurban dan lainnya. "Untuk memulai, dan butuh pendamping, insya Allah kita siap berbagi ilmu bagaimana merubah lahan sempit menjadi produktif," katanya.


Follow  twitter @tintahijaucom | FB: Berita Tintahijau


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bocah Peretas NASA Dianiaya Orang Tak Dikenal, Ini Fakta Terbarunya https://t.co/a0PfzMt6yl
Pemdes Sumber Kulon Majalengka Bangun Fasilitas Olahraga di Lahan 3,2 Hektar https://t.co/zxj9kUmYTr
Terungkap Penyebab Wafatnya Ustadz Asmala dan Epin Saat Sembelih Hewan Kurban https://t.co/7I7DSaPXjv
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter